Ternak Lele Dalam Drum Plastik Yang Hemat

Surya Kencana Farm – Hallo sobat semuanya, pada kesempatan kali ini suryakencanafarm.com akan membahas mengenai Ternak Lele Dalam Drum Plastik Yang Hemat, semoga artikel ini membantu anda untuk menambah wawasan tentang budidaya ikan lele.

ternak lele dalam drum plastik

Media untuk budidaya ikan lele kini sudah semakin beragam. Selain kolam, budidaya ikan lele juga bisa kita lakukan dalam drum. Budidaya ikan lele di drum memiliki banyak keuntungan. Salah satunya adalah tidak memerlukan lahan yang luas.


Cara Ternak Lele di Drum yang Benar

Sebelum membahas mengenai cara budidaya ikan lele di drum, perlu juga diketahui bahwa potensi usaha ini sangat besar.

Tingginya permintaan ikan lele di Jabodetabek saja sudah cukup jadi alasan bahwa usaha ini sangat potensial. Di Jabodetabek saja, ada permintaan lebih dari 120 ton/hari. Pasokan umumnya datang dari Bogor dan Tangerang serta beberapa wilayah di Jakarta.

Permintaan ini terus meningkat dan hanya bisa dipenuhi jika peternak lele semakin bertambah. Untuk itulah, pelaku usaha rumahan diharapkan bisa mengisi celah ini agar kebutuhan lele di Jabodetabek dan nasional bisa dipenuhi. Dengan cara budidaya ikan lele di drum ini, beternak lele tidak perlu lagi di lahan luas.

Bagi Anda yang ingin mencobanya, pada kesempatan kali ini kami akan mengulas cara-caranya. Artikel ini akan membantu Anda agar bisa memulai ternak lele dengan cara sederhana.


Cara Ternak Lele dalam Drum Plastik

Persiapan Kolam Ternak Lele

Sebelum memulai, pertama-tama Anda siapkan terlebih dahulu drum plastik. Jumlah bisa Anda sesuaikan dengan keinginan. Ukuran drum harus mampu menampung 200 liter air. Kisaran harga drum plastik ini umumnya hanya Rp.400.000 – Rp800.000. Adapun cara-cara mempersiapkan kolamnya adalah sebagai berikut:

  • Bersihkanlah drum plastik terlebih dahulu
  • Buatlah lubang pada salah satu permukaan drum.
  • Susunlah drum di atas tanah atau di rak yang telah disediakan.
  • Masukkan tanah yang sudah Anda campur dengan pupuk kandang ke dalam dasar drum, sebanyak ½ kg. Kemudian diamkan selama 2 Minggu.
  • Setelah 2 Minggu, kolam akan ditumbuhi dengan biota air alami.
  • Isilah drum dengan air sumur atau air sungai yang bersih. Ukuran air harus ½ dari drum tersebut.
  • Untuk mempercepat proses pematangan air, Anda bisa menambahkan cairan EM4(opsional). Kemudian tunggu beberapa hari hingga air kolam menjadi berwarna gelap.
  • Kolam siap dimasukkan benih.

Hal yang perlu diperhatikan ketika tahapan persiapan kolam ini adalah kualitas drum itu sendiri. Usahakan membeli drum plastik yang baik dan tebal bahannya. Tujuannya adalah agar tidak terjadi kebocoran ketika drum nantinya menampung air dan juga ikan lele.


Pemilihan dan Penebaran Benih

Pilihlah jenis bibit yang sehat. Cara memilihnya adalah dengan melihat kondisi fisiknya yang tidak cacat. Selain itu, pastikan benih tampak lincah, gesit, dan tidak ada bercak pada kulitnya. Itulah ciri-ciri benih ikan lele tersebut sehat dan berkualitas.

Setelah benih siap, masukkanlah benih ke dalam kolam. Usahakan agar tidak langsung memasukannya ke dalam kolam. Karena, hal tersebut akan mengakibatkan lele menjadi stres dan mati.

Sebaiknya, masukkanlah benih dengan wadahnya (jerigen/ember). Letakkanlah di dalam kolam selama 15 – 30 menit. Biarkanlah lele beradaptasi dengan air kolam dengan sendirinya. Setelah itu, miringkan wadah, lalu biarkan lele keluar.

Untuk jumlah benihnya sendiri, drum berukuran 200 liter hanya cocok untuk menampung 200 ekor. Jumlah ini sangat ideal karena mampu mengurangi risiko kematian ikan lele akibat kepadatan yang tinggi. Jika ada benih yang mati setelah ditebarkan, maka buanglah benih tersebut.

Perlu diingat bahwa ukuran drum 200 liter hanya bisa untuk membiakkan 200 ekor lele. Jadi, jangan sampai mengisinya lebih dari itu. Kelebihan isi justru akan membuat lele tidak bisa bergerak dengan leluasa dan malah beresiko mati.

Jika ingin membiakkan lebih dari 200 bibit lele, maka tentu saja harus dilakukan di kolam drum lain. Pemula hendaknya mencoba dulu pada satu drum. Lihat apakah pembiakan lele berhasil baru kemudian menambah jumlah bibit dan tentunya kolam drum.


Cara Pemberian Pakan

Berilah pakan lele 3 kali sehari. Pemberiannya di pagi, siang, dan malam hari. Untuk lele yang masih dalam bentuk benih, berilah jenis pelet crumble. Jika lele sudah dewasa, maka gantilah dengan pelet yang sesuai dengan ukuran tubuhnya. Untuk jenis pelet, ada dua macam yang ditawarkan di pasaran.

Yaitu, jenis pelet tenggelam dan pelet terapung. Untuk jenis pelet tenggelam, berikanlah di satu sudut kolam saja. Sedangkan untuk pelet terapung, berikan pada sisi kanan kolam, jika sudah habis pindah ke sisi lain, begitu seterusnya. Jika bingung, cobalah membeli Hi-Pro-Vite-781 sebagai pakan yang umum dipakai.


Pemeliharaan Ikan Lele Dalam Drum

Jangan terlalu berlebihan memberi pakan. Jika sudah tampak kenyang, hentikan pemberian pakan kepada lele. Pastikan juga Anda selalu menjaga kualitas air kolam demi kelangsungan hidup lele.

Usahakan agar tidak ada timbunan pakan di dasar kolam. Karena, hal tersebut dapat menimbulkan gas amonia dan menyebabkan ikan lele mati. Air kolam bisa menjadi kotor karena tumpukan makanan yang bercampur dengan kotoran lele. Jika air kotor, maka ikan lele bisa stress kemudian mati, atau jika hidup, kualitas dagingnya kurang baik.


Kelebihan dan Kekurangan Budidaya Ikan Lele di Drum

Budidaya ikan lele di drum ini memang sepertinya mudah dilakukan. Tetapi, selayaknya metode-metode pada umumnya, tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Sebelum terjun langsung ada baiknya jika mengetahui dulu apa kelebihan dan kekurangan budidaya ikan lele dalam drum ini.

 

Kelebihan

Kelebihan yang utama dari metode ini adalah bisa dilakukan di lahan yang terbatas misalnya pekarangan rumah atau halaman belakang rumah.

Selain itu, kolam juga akan lebih tahan lama karena plastik tidak akan berkarat terkena air. Berbeda dengan bahan seng yang memiliki sifat korosif. Proses pembersihan dan juga pemeliharaan kolam juga lebih mudah karena ukurannya yang kecil.

Kelebihan lainnya adalah praktis. Drum ini bisa dipindah-pindahkan dengan mudah karena ukurannya yang tidak terlalu besar. Kemudian, harga drum dan bahan-bahan lain untuk membuat kolam ini cenderung murah sehingga cocok untuk usaha kecil rumahan. Bahkan, jika di rumah ada drum bekas, maka bisa langsung dimanfaatkan.

 

Kekurangan

Masalah yang sering timbul dari penggunaan drum ini adalah masalah suhu yang fluktuatif. Perubahan suhu sering terjadi pada kolam drum dan ini menyebabkan ikan sering mati.

Selain itu, penguapan lebih sering terjadi pada kolam drum ini. Itulah sebabnya penempatan drum sangat penting. Jangan menempatkannya tepat di bawah sinar matahari langsung dan jaga suhu dalam drum.

Kekurangan lainnya adalah kolam drum ini mudah sekali terguling apalagi jika permukaan tanah tempat kolam berpijak tidak rata.

Ditambah lagi, pemilik kolam harus sering-sering menambahkan air pada drum secara rutin. Volume air pada drum lebih sering surut dibandingkan dengan kolam jenis lain apalagi jika jumlah ikan terlalu banyak.

Itulah proses-proses cara budidaya ikan lele di drum. Setelah kurang lebih 3 bulan, maka ikan lele tersebut sudah siap dipanen. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mencobanya?

Apakah Anda tertarik untuk mengetahui tentang budidaya ikan lele lebih jauh lagi?
klik disini untuk informasi lebih lanjut

Rekomendasi untuk Anda
Klik Disini
butuh bantuan?
Halo,
Selamat datang di Surya Kencana Farm, apakah ada yang bisa kami bantu hari ini?.