Budidaya Ikan Dalam Ember, Cara Unik Urban Farming

Surya Kencana Farm – Hallo sobat semuanya, pada kesempatan kali ini suryakencanafarm.com akan membahas mengenai Budidaya Ikan Dalam Ember, Cara Unik Urban Farming, semoga artikel ini membantu anda untuk menambah wawasan tentang budidaya ikan lele.

Budidaya Ikan Dalam Ember

Pernah melihat orang memelihara ikan lele di dalam ember? Lalu di atasnya ada tanaman kangkung atau sayuran lain?

Jika iya, ini dia penemunya. Adalah Juli Nursandi yang merupakan seorang Dosen Budi daya Perikanan di Politeknik Negeri Lampung.

Budi daya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) ini ia teliti sejak 2015 lalu. Saat itu ia memikirkan bagaimana caranya memelihara ikan dengan sistem yang portabel atau mudah dipindah-pindah. Budikdamber ini adalah salah satu produk urban farming karena ini adalah praktik Budi daya, proses dan distribusi bahan pangan yang berada di sekitar kota. Biasanya juga melibatkan peternakan, Budi daya perairan, wanatani dan hortikultura. Urban farming ini merupakan seluruh sistem produksi pangan yang terjadi di kota.

“Kalau untuk buah kan sudah ada tanaman buah dalam pot (tabulampot) jadi waktu itu saya terpikir bagaimana caranya kalau perikanan portabel juga. Jadi bisa digotong-gotong, disimpan di atap dan bahannya mudah ada di seluruh Indonesia, yaitu ember,” ujar dia saat berbincang dengan detikcom, akhir pekan ini.

Juli menjelaskan ia mulai melakukan penelitian pertama dan berkreasi pada 2015. Ia mulai membesarkan ikan lele berukuran kecil dan di atas ember ditanami dengan kangkung yang menggunakan gelas plastik.

Masyarakat menyambut baik hasil penelitiannya tersebut. Sebenarnya budikdamber ini merupakan sistem aquaponik yang sederhana.

“Jadi Budi daya ikan dengan tanaman, ikannya dikasih makan pelet yang nanti kotorannya terurai dan menjadi pupuk untuk tanaman. Ini lebih ringkas dibanding akuaponik luar negeri yang membutuhkan pompa air,” kata dia.

Menurut Juli, ia ingin membuat Budi daya menjadi lebih ringkas dan bisa digunakan oleh seluruh elemen masyarakat. Selain itu budikdamber ini juga bisa dibawa ke pegunungan atau ke tengah laut, misalnya untuk keperluan nelayan saat berlayar. Sehingga para nelayan juga bisa menikmati ikan air tawar dan sayuran meskipun sedang berada di tengah laut.

Juli mengatakan, penelitiannya terus berlanjut dengan pengembangan jenis tanaman baru yang bisa dibudi dayakan di atas ember. Misalnya ada sawi, kemangi, tomat ceri, ketimun, melon sampai strawberry.

Selain lele, budikdamber ini juga bisa memelihara ikan patin, sepat, betok, gurame sampai gabus. Ikan ini merupakan jenis yang tahan dengan oksigen rendah karena tidak menggunakan airator. Juli juga saat ini sedang mengembangkan Budi daya ikan hias dengan metode budikdamber.

Dia menjelaskan saat ini banyak masyarakat yang mengalami kegagalan saat mencoba metode budikdamber. Misalnya, ikan banyak yang mati tiba-tiba. Hal tersebut terjadi karena tidak ada perhitungan saat memberikan makan ke lele.

“Lele itu kan ikan yang rakus, dia rebutannya kencang sekali. Walau sudah kenyang, dia tetap rebutan. Jadi kalau kebanyakan itu bisa jadi amonia, banyak gas beracun di dasar embernya. Karena itu harus disedot dan diganti airnya,” ujarnya.

Menurut Juli orang yang memelihara juga harus memiliki jadwal pemberian pakan hingga perhitungan penyedotan air. Biasanya 3-4 hari bisa dilakukan penggantian.

Untuk makanan lele, masyarakat sebenarnya bisa menggunakan yang ada di sekitar rumah seperti keong emas hingga cacing. Namun, menurut Juli saat ini yang paling mudah didapatkan adalah pelet.

Juli tidak mematok jumlah ember untuk orang-orang yang ingin mencoba Budi daya menggunakan ember ini. Dia menyebut satu ember pun bisa digunakan jika ingin memulai.

“Misalnya nih, cuma punya satu-satunya ember di dunia, itu bisa juga. Teorinya 1 liter air bisa menghidupi 1 ekor ikan, jadi kalau embernya 80 liter bisa lah diisi 60-70 ekor ikan, karena harus ada sisa ya, jangan diisi semua supaya tidak mudah loncat ikannya,” jelas dia.

Dalam membudi dayakan lele dengan satu ember biasanya usia 1-1,5 bulan akan ada lele yang pertumbuhannya sangat cepat dibandingkan yang lain. Untuk mengatasinya ikan lele yang ukurannya besar bisa diambil untuk dikonsumsi. Hal ini agar tidak terjadi kanibal sesama lele.

Dia menyebutkan, memang budi daya ikan dalam ember ini pasti memiliki peluang bisnis dan ekonomi untuk masyarakat. Namun selain itu ada beberapa tahapan yang bisa dilewati. Misalnya pertama secara ekologi, dengan mulai memelihara ikan dan menanam di atas ember akan menciptakan ruang terbuka hijau dan menghasilkan oksigen. Selain itu air limbah yang dihasilkan juga bisa menyuburkan tanah.

Selanjutnya manfaat sosial juga bisa didapatkan dari budikdamber ini. Dia menceritakan memelihara lele di ember ini bisa membuat ketahanan pangan keluarga. Kemudian baru masuk ke sisi ekonomi yang membutuhkan kreatifitas dari para pembudi daya.

“Kalau dari sisi ekonominya tergantung dari kreativitas teman-teman saja. Bisa saja menanam untuk dijual lagi, atau juga bisa jual jasa pembuatan embernya. Atau mengajukan pembuatan pelatihan di RT sampai RW setempat. Bisa jadi konsultan lah istilahnya dan ini bernilai ekonomi,” jelas dia.

Dalam meneliti budikdamber ini, Juli mengaku ini adalah proyek sedekah dan hibah untuk masyarakat Indonesia. Ia juga tidak mematenkan hasil temuannya ini. “Teman-teman saya kesal dengan saya kenapa nggak dipatenkan? Nanti diambil orang, ya nanti saya tagih di akhirat saja, saya berbagi ilmu ini gratis, saya akan memikirkan yang lebih tinggi lagi nantinya,” ujarnya.

source

Apakah Anda tertarik untuk mengetahui  tentang budidaya ikan lele lebih jauh lagi?
<strong><a href=”https://suryakencanafarm.com/direct-pelatihan” target=”_blank” rel=”noopener”>klik disini</a></strong> untuk informasi lebih lanjut

Rekomendasi untuk Anda
Klik Disini
butuh bantuan?
Halo,
Selamat datang di Surya Kencana Farm, apakah ada yang bisa kami bantu hari ini?.