Langkah – Langkah Memulai Usaha Budidaya Ikan Lele

Langkah - Langkah Memulai Usaha Budidaya Ikan Lele

Sebenarnya, usaha budidaya ikan lele ini cukup mudah karena tidak membutuhkan banyak pengalaman serta pengetahuan khusus untuk bisa sukses. Namun jika pelaku usaha sama sekali tidak paham, bisa dipastikan panennya akan gagal. 

Agar usaha ini memberikan keuntungan, sebaiknya kenali dan pahami dengan baik apa saja yang harus diperhatikan dalam budidaya lele. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk memulai budidaya ikan lele :

  • Persiapkan Kolam Lele

Hal pertama sebelum memulai bisnis budidaya atau ternak lele adalah menyediakan kolam, bisa berupa tanah, terpal maupun semen. Pastikan kolam yang kamu buat memiliki ukuran yang besar sehingga mengurangi resiko ikan lele mati karena kekurangan oksigen.

Kolam yang banyak dipilih adalah yang menggunakan terpal. Cara ini pun dibagi menjadi 3, yaitu kolam terpal yang digali atau diletakkan di bawah tanah, kolam terpal di atas permukaan tanah, dan kolam beton yang dilapisi dengan terpal.

Jika yang kamu gunakan adalah kolam dari bahan sintetis seperti terpal, serat atau semen pastikan kamu bersihkan terlebih dahulu menggunakan sabun. Setelah itu, oles media kolam dengan irisan daun pepaya dan singkong agar bau dari media kolam hilang.

Pelatihan Budidaya Ikan lele

Setelah proses pengisian kolam, biarkan air di dalam terpal selama satu bulan terlebih dahulu. Jangan terburu-buru memasukkan bibit ikan lele, karena kamu harus menunggu proses pembentukan lumut dan fitoplankton yang dapat menetralkan air kolam agar tidak mudah keruh. Setelah itu tanam pupuk kandang agar bisa menjadi sumber pakan alami ikan nantinya.

Atur Kualitas Kolam. Temperatur air di dalam kolam harus dijaga agar stabil di kisaran 20 sampai 28 derajat Celcius. Cara termudah untuk bisa mendapatkan suhu air yang pas adalah dengan memastikan air kolam tidak dangkal dan cukup terkena sinar matahari.

Warna air kolam yang baik bagi ikan lele adalah hijau karena lele dapat bertahan hidup di air berlumpur. Pastikan bahwa kondisi air keruh berlumut dan bila perlu tambahkan talas atau eceng gondok agar racun yang masuk bisa terserap. Ikan lele pun dapat memiliki tempat untuk berteduh di bawah tanaman tersebut.

Air pada kolam ikan lele akan berubah menjadi merah ketika sudah dewasa dan siap panen. Meski ikan lele tidak suka hidup di air jernih, bukan berarti kamu bisa memasukkan sembarang air ke dalam kolam karena kamu tidak bisa memastikan apakah air tersebut mengandung bakteri atau parasit yang malah bisa menyebabkan penyakit pada ikan lele.

Perhatikan Kedalaman Kolam. Air pada kolam akan berkurang karena proses penguapan sehingga kamu harus rutin menambahkan air kolam ke posisi normal. Tingkat kolam lele di bulan pertama adalah 20 cm, bulan kedua 40 cm, dan bulan ketiga 80 cm. Usahakan air kolam tidak terlalu dangkal, karena bisa merusak kestabilan temperatur air dan bisa berakibat buruk pada kondisi lele.

Sekitar 2 bulan sekali, lakukan penggantian air kolam. Namun apabila sebelum 2 bulan air sudah kotor, lebih baik segera mengganti air, agar tidak timbul penyakit.

  • Pemilihan Bibit Ikan Lele

Pemilihan bibit tidak boleh dilakukan asal-asalan. Kamu harus memilih bibit lele yang unggul, yang berukuran lebih besar, lebih sehat, dan memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap penyakit. Bibit ikan lele yang unggul akan lebih gesit dan agresif saat pemberian makan, serta warna sedikit lebih terang.

Pilihlah bibit lele yang dapat mengkonsumsi pelet jenis f999 atau pelet dengan bentuk butiran. Pilih juga lele dengan ukuran panjang sekitar 7 cm hingga 9 cm dengan umur sekitar 2 Minggu. Jangan pilih bibit lele yang masih terlalu kecil, sebab akan lebih rentan mati ketika dipindah ke tempat yang baru. Pilihlah bibit lele yang sehat dan segar. Ciri-ciri bibit lele yang sehat antara lain : gerakannya lincah, tidak ada cacat atau bekas luka pada tubuhnya, gerakan berenangnya normal dan bebas dari bibit penyakit. Untuk kolam ukuran 2 meter x 3 meter, dapat diisi dengan 1000 bibit ikan lele. 

Perhatikan proses penebaran bibit. Selain pemilihan bibit, cara menebarkan bibit juga harus diperhatikan.  Caranya adalah dengan meletakkan wadah bibit pada kolam selama 15 menit hingga 30 menit dengan keadaan miring. Hal ini bertujuan agar bibit ikan lele dapat beradaptasi sendiri dan tidak stres. Kolam untuk bibit juga dibuat terpisah. Kolam bibit biasanya lebih dangkal daripada kolam ikan lele dewasa. Hal ini bertujuan agar bibit dapat dengan mudah menjangkau pakan dan pernafasan. Dalam penebaran bibit, akan lebih baik jika dilakukan di pagi atau malam hari karena waktu tersebut ikan lele cenderung lebih tenang.

  • Pemberian Pakan Lele

Tahapan cara budidaya ikan lele lainnya yang juga penting adalah mengatur dan memperhatikan pemberian pakannya. Kamu memberikan pelet khusus untuk lele, termasuk dengan Hi-Pro-vite 781 yang banyak digunakan.

Biasanya, ikan lele harus diberikan makan tiga kali sehari yaitu pukul 7 pagi, 5 sore dan 10 malam. Kalau kamu mendapati ada ikan lele aktif dan mendorongkan kepalanya, berikan waktu makan tambahan. Dalam proses pakan budidaya lele, kamu dapat menggunakan pakan pelet jenis 781 yang didalamnya mengandung nutrisi yang dibutuhkan lele, seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Pemberian pakan juga tidak boleh berlebih karena dapat mengendap di kolam, tidak termakan oleh lele, dan membuat kolam menjadi kotor. 

Untuk bibit lele dengan usia 2 minggu, jenis pakannya adalah pelet jenis f999, kemudian ketika usia lele lebih dari 2 minggu, jenis pakannya adalah 781 – 2 hingga bibit lele berusia 2 bulan. Untuk usia lebih dari 2 bulan hingga masa panen tiba,yaitu kisaran 3 bulan jenis pakannya adalah pelet jenis 781.

Selain diberikan pakan pelet, bibit ikan lele bisa juga diberi tambahan makanan yaitu keong mas yang telah direbus terlebih dahulu, dedak halus, atau ikan yang telah dihancurkan. Pemberian makanan tambahan ini sebenarnya untuk mengurangi pengeluaran.

  • Penyortiran Ikan Lele

Setelah ikan lele berumur kurang lebih 20 hari, kamu perlu melakukan penyortiran menggunakan bak untuk memisahkan lele berukuran besar dan kecil. Hal ini dilakukan untuk menghindari ikan lele kecil kekurangan makanan karena kalah cepat dengan lele yang besar. Jika tidak dipisahkan, ikan lele ukuran kecil akan lambat dalam pertumbuhannya. Hal ini juga penting untuk mengurangi resiko ikan lele kecil dimakan oleh yang besar, mengingat lele adalah hewan kanibal.

  • Pencegahan Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit akan menurunkan produktivitas panen, sehingga mempersulit keberhasilan budidaya lele. Untuk pencegahan hama, kamu dapat menggunakan penghalang agar tidak ada hewan liar yang masuk ke dalam kolam. Untuk menghindari penyakit, Anda dapat memberikan obat-obatan yang tersedia di toko perikanan.

  • Proses Panen

Ikan lele biasanya sudah dapat dipanen setelah 3 bulan semenjak bibit lele disebar. Proses panen ikan lele dapat dilakukan dengan menyortir ikan yang layak dikonsumsi. Sebaiknya jangan memanen sebelum waktunya. Hal ini bisa merugikan kamu sendiri karena harga jualnya menjadi lebih rendah dari harga pasaran.

  • Pasca Panen

Sebelum menebar bibit baru, ada baiknya untuk membersihkan kolam untuk mengurangi kotoran atau sisa makanan ikan lele sebelumnya. Dengan membersihkan kolam, kamu juga dapat mengetahui apakah masih ada ikan lele yang tertinggal karena jika masih ada ikan di dalam kolam dan kamu menebar bibit baru, maka bibit lele baru akan habis di makan ikan lele yang siap panen tersebut.

  • Pemasaran dan Promosi Ikan Lele

Kamu dapat menjual ikan lele hasil panen dengan harga per kilogram ke warung makanan. Jika kualitas lele yang kamu budidayakan sudah baik, kamu bisa mengusahakan untuk menjadi supplier tetap pada rumah makan. Kamu juga dapat mempromosikan hasil budidaya lele kepada keluarga, saudara, tetangga dan teman. Gunakan juga cara-cara marketing secara online untuk dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Rekomendasi untuk Anda
Klik Disini
butuh bantuan?
Halo,
Selamat datang di Surya Kencana Farm, apakah ada yang bisa kami bantu hari ini?.