Beberapa Tips Dan Cara Menetaskan Telur Lele Secara Alami

Beberapa Tips Dan Cara Menetaskan Telur Lele Secara Alami

Penetasan ikan lele : Setelah induk lele mengeluarkan telur-telurnya, selanjutnya menunggu proses penetasan telur. Baik pada pemijahan intensif, semi-intensif, maupun pemijahan alami, penetasan telur dilakukan di wadah khusus, bisa di dalam kolam terpal plastik, fiberglass, atau akuarium. Dan berikut Cara Menetaskan Telur Lele Secara Alami

a. Persiapan Kolam atau Wadah Penetasan Telur

Wadah penetasan telur harus dilengkapi dengan aerator untuk menjaga sirkulasi air. Keberadaan aerator ini juga sebagai penyuplai oksigen terlarut. Perlu diingat, proses perkembangan telur hingga menetas memerlukan oksigen terlarut yang cukup.

1. Kolam atau Bak semen

Pengertian bak semen untuk penetasan telur sama dengan kolam semen unuik pemijahan, yaitu seluruh kolam dibuat dari semen, baik dinding maupun dasar kolam. Ukuran kolam atau hak semen untuk penetasan telur sama dengan kolam semen untuk pemijahan, yakni sekitar 1 x 2 m atau 2 x 3 m. Begitu pula dengan tinggi kolam sama, yaitu sekitar 1 meter dengan kedalaman air 60-70 cm. Kolam semen ini dilengkapi dengan saluran pemasukan dan pengeluaran air yang terbuat dari pipa paralon. Lubang saluran pembuangan juga berguna untuk mengangkat kotoran yang berada di dalam kolam.

Pelatihan Budidaya Ikan lele

2. Kolam Terpal

Bak terpal merupakan wadah alternatif yang dapat digunakan untuk tempat penetasan telur-telur lele. Ukuran kolam terpal untuk penetasan telur biasanya lebih besar dibandingkan dengan ukuran kolam terpal untuk pemijahan. Ukurannya 2 x 3 m atau 3 x 4 m. Tinggi dinding kolam 60-70 cm, sedangkan ketinggian air 25-30 cm.

3. Bak Fiberglass

Bak fiberglass bisa juga digunakan untuk tempat penetasan telur lele. Ukuran fiberglass untuk tempat penetasan telur sama dengan fiberglass yang digunakan untuk tempat pemijahan, yaitu 1 x 2 m. Namun, ketinggian bak sedikit lebih pendek, yakni 60 cm. Bak fiberglass ini dapat diisi air setinggi 50 cm.

4. Akuarium

Akuarium juga cukup memadai untuk digunakan sebagai tempat penetasan telur ikan lele. Ukuran akuarium yang biasa digunakan untuk keperluan ini sekitar 40 x 80.cm atau 50 x 100 cm, dengan tinggi akuarium masing-masing 40 cm. Akuarium ini dapat diisi air setinggi 30 cm.

b.. Proses Penetasan Telur

Setelah telur dipindahkan ke dalam wadah penetasan telur (pada pemijahan secara alami dan semi-intensif), atau campuran sel telur dan sperma sudah diletakkan dalam wadah penetasan (pada pemijahan secara intensif), tahap selanjutnya adalah menunggu telur-telur tersebut menetas. Untuk penetasan telur induk lele. dibutuhkan oksigen terlarut yang cukup.

Selain itu, suhu air dipertahankan 25-28O C. Jika memungkinkan, pertahankan suhu air pada suhu yang paling optimum bagi lele, yakni 27° C. Untuk mengukur suhu tersebut gunakan termometer. Untuk mengatasi suhu terlalu rendah (dingin), pasang tenda yang terbuat dari terpal plastik di atas kolam pemijahan.

Umumnya, telur-telur akan menetas sekitar 24 jam sejak peletakan telur di bak penetasan. Larva atau anakan lele sudah mulai terlihat bergerak-gerak. Ketika sampai pada fase ini yang sangat penting diperhatikan adalah sirkulasi air. Pasang aerator pada bak penetasan tersebut. Aerasi dapat membantu dalam menyuplai oksigen terlarut.

Setelah telur menetas,angkat kakaban secara perlahan. Sekali lagi harap diperhatikan, sirkulasi air tetap dijaga agar tidak terjadi pembusukan dari telur-telur yang gagal menetas. Kondisi umum air pasca penetasan telur memang kotor. Karena itu, sebaiknya air dikurangi sebagian, sekitar 10-1 5 cm, lalu diganti dengan air baru yang jernih dan bersih.

Rekomendasi untuk Anda
Klik Disini
butuh bantuan?
Halo,
Selamat datang di Surya Kencana Farm, apakah ada yang bisa kami bantu hari ini?.