Cara Budidaya Ikan Lele Dalam Ember dengan Mudah dan Praktis

Cara Budidaya Ikan Lele Dalam Ember dengan Mudah dan Praktis

Cara Ternak Lele di Ember : belakangan ini menjadi tren dan perbincangan banyak orang. Selain tekniknya yang mudah, harga jual lele yang cukup menggiurkan, membuat bisnis ini semakin menarik.

Pada tahun 2020 ini, harga lele mencapai Rp 20000 – Rp 25000/ kilonya. Harga ini biasanya disesuaikan kembali dengan ukuran dari lele yang dijual.

Sekilas, budidaya ikan lele dalam ember terkesan hanya sekedar candaan saja. Padahal, metode ini sudah cukup banyak dilakukan, lho. Pada dasarnya, budidaya ikan lele dilakukan melalui media kolam yang besar. Namun, tidak semua orang memiliki lahan luas. Maka dipilihlah berbagai jenis media lain yang mudah disesuaikan.

Cara Budidaya Ikan Lele Dalam Ember dengan Mudah

Budidaya ikan lele di dalam ember akan jauh lebih hemat biaya. Selain itu, tidak memerlukan lahan yang luas untuk memulainya. Cara ini bahkan tergolong sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Budidaya ikan lele menggunakan media ember yaitu untuk keperluan konsumsi terkecil di dunia. Cocok untuk masyarakat perkotaan yang padat penduduk. Untuk memulainya, pastikan Anda mempersiapkan peralatan dan kebutuhan lainnya berikut ini:

  • Siapkan ember 80 liter atau berdiameter 50 cm.
  • Bibit ikan lele
  • Strimin

Adapun cara pembudidayaannya adalah sebagai berikut:

Pelatihan Budidaya Ikan lele

  • Lubangi ember di bagian bawah samping untuk saluran pembuangan. Saluran tersebut bisa juga Anda aplikasikan kran air untuk mempermudah pembuangan.
  • Isilah ember dengan air. Namun, air yang diisikan jangan terlalu penuh. Tujuannya agar ikan lele bisa mengambil udara dengan baik.
  • Biarkanlah air selama 3 hari agar tidak terlalu asam. Jika air terlalu asam, tambahkanlah garam dapur setengah sendok makan. Dengan begitu, air akan memiliki pH yang netral.
  • Masukkan benih ikan lele sebanyak 60 ekor untuk jumlah maksimum ukuran ember.
  • Untuk sirkulasi air, berilah filter aquarium. Selain itu, filter juga akan menjamin ketersediaan oksigen yang cukup untuk lele tersebut.
  • Gunakanlah strimin untuk menutup ember agar ikan lele tidak loncat.
  • Pastikan ember ditaruh di lahan kosong yang mendapatkan sinar matahari (tidak perlu luas).

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah pakannya. Ember adalah media paling kecil untuk budidaya ikan lele. Jadi, pakan yang perlu disiapkan pun tidak perlu banyak-banyak. Terlebih benih yang ditebar pun hanya 60 ekor saja.

Siapkanlah pakan lele sebanyak 4 kg saja. Pakan ini terbilang irit untuk makanan mereka yang diberikan 3 kali sehari. Jumlah pakan tersebut untuk masa satu kali panen.

Perlu Anda ketahui, lele adalah jenis hewan nokturnal. Mereka akan banyak beraktivitas di malam hari. Jadi, beri juga mereka pakan di waktu malam. Karena, pada waktu malam mereka akan menjadi rakus.

Untuk pemberian pakan jangan sampai telat. Karena, jika lele kelaparan, mereka akan melakukan kanibalisme. Selain pemberian pakan secara rutin, pastikan juga jenis pakan yang dipilih berkualitas.

Perawatan & Pemeliharaan

Berikut adalah beberapa cara mudah dalam merawat dan memelihara ikan lele agar dapat tumbuh dengan baik dan cepat:

1. Menjaga Kebersihan Air

Selain memperhatikan pakan lele, para peternak lele juga harus memperhatikan kebersihan air di dalam ember. Lele tidak bisa hidup dengan di air yang kotor terutama jika airnya kotor atau bau tidak sedap. Oleh karena itu, bersihkan air di dalam ember secara rutin paling tidak seminggu sekali.

2. Tidak Mengisinya Terlalu Penuh

Ikan lele dapat tumbuh dengan cepat, oleh karena itu pastikan untuk memperhatikan kapasitas dari besaran ember. Jika menggunakan ember yang tidak terlalu besar, maka jangan mengisinya terlalu besar. Sebaliknya, jika embernya besar, maka pastikan hanya mengisinya dengan 85 bibit lele saja.

Apabila lele sudah semakin besar, maka pindahkan sebagian ke ember yang berbeda. Hal ini untuk menjaga agar lele tetap hidup dan dapat bergerak dengan bebas.

3. Vitamin & Obat Ikan Lele

Apabila ingin ikan lele tumbuh dengan lebih baik, maka berikan vitamin dan obat secara rutin. Vitamin dan obat ikan lele ini hanya perlu diberikan pada awal ternak saja, untuk memastikan lele dapat tumbuh dengan baik.

Kapan Masa Panen Ikan Lele?

Idealnya, lele sudah bisa dipanen sekitar 2,5 – 3,5 bulan setelah masa penaburan. Namun, masa panen bisa berbeda tergantung ukuran benih yang Anda pilih. Ukuran di atas untuk jenis benih ikan lele berukuran 5 – 7 cm.

Sedangkan untuk di atasnya, masa panen bisa kurang. Misalnya, untuk ukuran benih 8 – 10 cm, Anda bisa memanennya dalam waktu 2 – 2,5 bulan saja.

Keuntungan

Karena skalanya kecil, tentu panen yang didapat tidak akan sebesar pembudidayaan di kolam. Umumnya, ikan lele yang dibudidayakan sendiri hanya untuk konsumsi sendiri. Adapun mereka yang menjualnya, keuntungan yang didapat tidak akan sebesar dengan budidaya di kolam konvensional.

Bagi yang masih ragu dan ingin mencoba cara budidaya ikan lele dalam ember, berikut adalah beberapa keuntungannya:

1. Modal yang Kecil

Bagi masyarakat yang ingin memelihara ikan dengan menggunakan ember, maka modal yang dibutuhkan hanyalah Rp 200 ribu per embernya. Bahkan pemerintah, dari Dinas Perikanan dan Kelautan memiliki sebuah program khusus untuk budidaya lele. Program ini juga dilengkapi dengan petunjuk untuk memudahkan proses budidaya.

2. Tidak Membutuhkan Lahan yang Luas

Bagi yang tidak memiliki lahan yang luas, cara budidaya ikan lele dengan ember merupakan pilihan yang sangat tepat. Hanya dengan satu ember saja, masyarakat bisa melakukan budidaya lele dari halaman depan atau belakang rumah. Bahkan dengan menggunakan satu ember saja, orang bisa membudidayakan hingga 85 bibit ikan lele.

3. Pemeliharaan Mudah

Dari semua jenis metode budidaya lele, cara budidaya ikan lele merupakan salah satu yang paling mudah. Hal ini juga termasuk untuk pemeliharaannya. Hanya dengan meletakkan ember di tempat yang terkena matahari, lalu memberikan pakan secara tepat waktu bisa membuat ikan lele tumbuh dengan baik.

Jangan lupa untuk membersihkan air secara rutin juga karena air yang kotor bisa membuat air menjadi kotor dan busuk.

4. Keuntungan Besar

Bagi yang ingin mencari bisnis yang menguntungkan, ternak lele merupakan salah satunya. Modal yang dibutuhkan untuk ternak lele tidaklah banyak, namun keuntungan yang bisa didapatkan cukup besar.

Hal ini pun berlaku dengan cara budidaya ikan lele dalam ember. Meskipun jumlahnya tidak sebesar dan sebanyak metode kolam, namun hasilnya cukup menjanjikan.

5. Bibit Mudah Dicari

Siapa saja bisa memulai ternak lele karena peralatan dan bibitnya pun mudah dicari. Saat ini, mencari bibit yang berkualitas pun sangat mudah karena sudah banyak dijual di pasaran. Harganya pun juga tergolong terjangkau dengan harga lele yang cukup tinggi. Jadi, bagi yang ingin mencoba bisnis baru, cobalah ternak lele.

6. Permintaan Pasar Tinggi

Hingga saat ini, permintaan pasar terhadap lele masih sangat tinggi. Dan hal inilah yang membuat orang terus membudidayakan lele. Jadi, selama permintaan pasar untuk lele masih tinggi, maka budidaya lele juga akan terus dibutuhkan.

Demikian ulasan seputar cara budidaya ikan lele dalam ember dan keuntungannya. Untuk yang ingin mencoba, Anda bisa melakukannya di rumah dengan modal yang murah. Selamat mencoba.

Rekomendasi untuk Anda
Klik Disini
butuh bantuan?
Halo,
Selamat datang di Surya Kencana Farm, apakah ada yang bisa kami bantu hari ini?.