7 Cara Budidaya Ikan Lele yang Mudah dan Menguntungkan

7 Cara Budidaya Ikan Lele yang Mudah dan Menguntungkan

Berternak lele : Budidaya ikan lele dikenal sebagai salah satu bisnis perikanan yang sangat menguntungkan. Hal itu bisa kamu lihat dari banyaknya tempat makan yang menyediakan atau menyajikan menu ikan lele di Indonesia. Lele sudah menjadi menu makanan yang disukai banyak orang.

Namun, menguntungkan atau tidaknya hal itu tergantung dari kamu dalam melakukan budidaya lele yang tentunya dibutuhkan konsistensi serta fokus yang tinggi dalam mengelolanya.

Budidaya ikan lele mudah dilakukan

Budidaya ikan lele budidaya yang terbilang tidak sulit untuk dilakukan. Kamu tidak perlu menyiapkan lahan luas untuk bisa menjalankan budidaya ikan lele. Selain itu, pemeliharaannya mudah dan tidak perlu menunggu lama untuk panen.

Bagi kamu para pemula ingin baru ingin mengenal budidaya ikan lele, berikut beberapa cara atau langkah dalam melakukan budidaya ikan lele yang mudah.

Webinar Budidaya Ikan Lele

1. Memperhatikan lokasi hidup ikan lele

Seperti yang kamu tahu, ikan lele merupakan jenis ikan yang mudah untuk dipelihara, karena jenis ikan lele sangat kuat untuk hidup dalam kondisi air apapun. Namun, hal itu bukan berarti kamu mengabaikan kualitas air yang dipakai. Semakin baik kualitas air, maka semakin baik pula pertumbuhan ikan lele.

Suhu yang baik untuk budidaya ikan lele adalah pada suhu 26-32oC. Jangan terlalu rendah, karena akan mengganggu proses pencernaan makanan pada ikan lele. Sedangkan, bila suhu terlalu tinggi, pencernaan makanan akan berlangsung cepat. Satu lagi yang harus kamu perhatikan adalah pH. Pastikan kondisi tempat harus berada dalam kisaran pH 7-8 saat mulai melakukan budidaya ikan lele.

2. Membuat kolam untuk pembesaran ikan lele

Dalam budidaya ikan lele, ada beberapa jenis kolam yang digunakan, yaitu kolam terpal, kolam semen dan kolam tanah. Dari ketiga bahan pembuat kolam tersebut, jenis kolam terpal merupakan yang paling murah dan mudah digunakan untuk budidaya ikan lele.

Untuk ukuran, tidak seperti budidaya ikan lain, untuk lele tidaklah rumit dan sulit. Kolam dengan ukuran 5×2 meter sangat cukup digunakan untuk menampung kurang lebih 1000 ekor benih ikan lele.

Jika ukuran kolam untuk budidaya lele lebih dari itu, tinggal dihitung menggunakan syarat minimal daya tampung per-meter kolam. Setiap per-meter persegi kolam budidaya ikan lele dapat menampung kurang lebih 100 ekor benih ikan lele. Jadi, kalau ukuran kolam yang kamu buat untuk budidaya ikan lele adalah 7×4 meter, berarti bisa menampung sekitar 2000 ekor ikan lele. Sebaiknya, jangan terlalu padat karena ikan lele akan mudah terserang penyakit.

3. Memilih benih ikan lele berkualitas

Sebelum kamu memilih benih untuk budidaya ikan lele, kamu harus dapat membedakan benih ikan lele untuk pembesaran dengan pembenihan. Untuk benih ikan lele pembesaran ukuran nya 5-7 cm. Saat memilih, upayakan ukurannya seragam. Misalnya, bila memilih benih ikan lele berukuran 6 cm, berarti semua benih ikan lele ukurannya harus sama.

Benih ikan lele yang berkualitas umumnya memiliki tubuh yang seimbang, antara kepala dan badannya. Selain itu, benih ikan lele harus bebas dari cacat, tubuh mengkilap, gerakannya lincah dan sungut berseri (tidak pucat).

4. Persiapan sebelum menebar benih ikan lele di kolam

Bila kolam sudah selesai dibuat, langkah berikutnya dalam budidaya ikan lele mempersiapkan kondisi kolam untuk ditebar benih lele. Langkah pertama, kolam diisi dengan air bersih dan bebas cemaran limbah apapun. Isilah kolam hingga ketinggian kurang lebih 60 cm. Langkah kedua, siapkan pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing atau domba. Masukan pupuk kandang tersebut ke dalam karung dengan ukuran 1-1,5 kg/m2. Jika kolam ikan lele yang kamu buat berukuran 5×2 meter, berarti kamu bisa pakai pupuk sekitar 10-15 kg.

Selanjutnya, isi karung tersebut dibagi menjadi dua sama berat. Jadi, dalam satu kolam ada dua karung pupuk kandang. Masukan pupuk kandang tersebut (jangan dikeluarkan dari karungnya) ke dalam kolam. Kamu boleh meletakkannya di pinggir atau di tengah, yang penting posisi karung itu nantinya mengambang dan bergerak bebas. Setelah seminggu, angkatlah kedua karung berisi pupuk tersebut. Namun, sebelum diangkat, celupkan karung berulang ke dalam kolam supaya kandungan dalam pupuk terserap total oleh air. Kamu bisa menebarkan benih ikan lele saat karung sudah diangkat total.

5. Menebar benih lele yang benar

Langkah selanjutnya dalam budidaya ikan lele adalah menebar benih. Sebelum kamu melakukan penebaran benih ikan lele, letakkan terlebih dahulu benih ikan lele tersebut di dalam wadah dari bahan plastik. Cara penyebarannya harus dilakukan dengan cara memiringkan wajahnya dan mengeluarkan sedikit demi sedikit benih ikan lele.

Waktu yang bagus untuk penebaran benih ikan lele adalah saat pagi atau sore hari, karena bila dilakukan pada siang hari kondisi air sedang sangat panas sehingga berpotensi mengakibatkan kematian benih ikan lele karena stres.

6. Pengelolaan air dan pemberian pakan ikan lele

Dalam budidaya ikan lele, ada dua hal penting yang harus kamu perhatikan usai menebar benih ikan lele, yaitu pengelolaan air dan pemberian pakan. Berikut beberapa poin yang harus perhatikan:

– Air yang digunakan di dalam kolam budidaya ikan lele, tidak disarankan untuk diganti sebelum masa panen. Kondisi air pun harus tenang dan tergenang. Hindari melakukan pengurasan air dengan cara sirkulasi karena berpotensi mengurangi kestabilan pH kolam.

– Penambahan air dalam kolam budidaya ikan lele boleh dilakukan setelah benih ikan lele dimasukan dan diberikan pakan pertama kali. Lakukan secara bertahap setinggi 20-30 cm setiap pergantian pakan jenis tertentu hingga akhirnya mencapai 120 cm yang dipakai sampai masa panen.

– Poin berikutnya dalam budidaya ikan lele adalah pemberian pakan ikan lele. Pakan ikan lele sebaiknya diberikan sebanyak 5-6 kali sehari. Jarak pemberian pakan sekitar 2-3 jam. Berikan pakan ketika matahari sudah terbit supaya polusi yang mencemari daerah sekitar kolam budidaya ikan lele dapat hilang terlebih dahulu terpapar sinar matahari.

– Jangan berikan pakan ikan lele saat hujan, karena air hujan berpotensi memberikan zat asam pada pakan yang diberikan. Pakan yang tercemar akan mengganggu kesehatan ikan lele. Jadi, tunggulah hingga hujan reda kalau ingin memberikan pakan dalam budidaya ikan lele.

7. Saatnya panen ikan lele

Budidaya pembesaran ikan lele hanya memerlukan waktu 2-3 bulan untuk panen. Saat waktu panen tiba, takaran ikan lele 1 kg sudah berjumlah 7-8 ekor. Gunakanlah peralatan memanen yang berbahan licin dan halus agar tidak menimbulkan lecet pada ikan lele.

Cara memanennya, yaitu dengan menyurutkan air kolam terlebih dahulu. Kemudian, gunakan serokan untuk menangkap ikan lele dan masukan dalam wadah berbahan plastik. Kamu juga bisa memakai jaring kalau air kolam masih cukup banyak.

Rekomendasi untuk Anda
Klik Disini
butuh bantuan?
Halo,
Selamat datang di Surya Kencana Farm, apakah ada yang bisa kami bantu hari ini?.