Wahh… Ikan Lele Laut Ternyata Berbisa dan Cukup Berbahaya!!

Wahh… Ikan Lele Laut Ternyata Berbisa dan Cukup Berbahaya!!

Ikan Lele Laut Berbisa : Ikan lele atau catfish tidak hanya hidup di perairan tawar saja, tetapi juga hidup di air asin dan air payau.

Di Indonesia , ikan lele laut ada dan hidup di seluruh perairan nusantara. Terutama di Indonesia bagian tengah dan timur, seperti di Bali, Lombok, Sulawesi, dan Papua.

Semua jenis lele laut ini berbisa, kecuali jenis Plotosus. fisadoha. Duri anterior dorsal dan sirip dada dapat menimbulkan luka yang menyakitkan.

Jika kita menganggap jika ikan lele atau catfish hanya berada di perairan tawar saja, maka anggapan itu benar-benar salah. Ternyata ada juga lele yang hidup di air asin atau laut.

Sea catfish atau ikan lele laut, diketahui juga bisa hidup di air campuran asin dan tawar, atau air payau. Di Indonesia sendiri, ikan ini ada dan hidup di seluruh perairan nusantara. Terutama di Indonesia bagian tengah dan timur, seperti di Bali, Lombok, Sulawesi, dan Papua.

Setiap jenis lele laut (Plotosus canius), mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Yang terbesar, yaitu hingga 150 cm, ikan sembilang atau P. limbatus tumbuh hingga  41 cm, P. lineatus tumbuh sampai 32 cm, P. nkunga tumbuh sekitar 51 cm,dan P. papuensis tercatat mencapai 55 cm, meskipun menurut cerita para nelayan  setempat bisa mencapai 100 cm.

Webinar Budidaya Ikan Lele

Yang paling penting, semua spesies telah dikonfirmasi para ahli mengandung bisa, kecuali untuk P. fisadoha. Duri anterior dorsal dan sirip dada dapat menimbulkan luka yang menyakitkan.

Sedangkan P. lineatus, yang bergigi tulang belakang yang sangat berbisa dari dorsal pertama dan masing-masing dari sirip dada. Bisanya bahkan dapat berakibat fatal jika terkena manusia. karenanya, berhati-hati lah jika melihat ikan ini, boleh dilihat, tetapi jangan sekali-kali menyentuhnya!

Ikan sembilang,  kebanyakan ditemukan di muara sungai dan laguna, dan bahkan terkadang sampai juga di sungai pedalaman. Untuk P. limbatus, dapat ditemukan di muara dan sepanjang pantai terbuka. Sedangkan jenis P. lineatus,  adalah satu-satunya lele laut yang ditemukan di terumbu karang.

Anakan Plotosus lineatus sering ditemukan berkoloni dan membentuk bola padat dengan jumlah kurang lebih 100 ekor ikan, sementara yang dewasa bersifat soliter,  atau ada dalam kelompok-kelompok kecil dari sekitar 20 ekor dan sering bersembunyi di bawah karang atau bebatuan di siang hari. Mereka juga biasa ditemukan di daratan pasir di dasar laut.

Kebanyakan spesies lele laut memakan krustasea, moluska, dan ikan. Mereka akan mengaduk pasir secara terus menerus untuk mencari krustasea, moluska, cacing, dan kadang-kadang juga  ikan. Dan uniknya, mereka bisa saling membersihkan tubuhnya satu sama lainnya, dengan meniup pasir-pasir yang melekat pada tubuh temannya.

Seperti anggota lain dari Ariidae, lele laut memakai sistem pengasuhan anak out breeder, atau dibawa di dalam mulutnya. Setelah pemijahan, jantan akan membawa telur di mulutnya sampai menetas. Beberapa telur tidak berkembang di dalam induk, dan dapat digunakan sebagai makanan bagi sang indukan jantan yang melakukan mouth breeder. Ini karena tidak dapat makan berburu makanan, karena mulutnya yang penuh dengan anak-anak ikan.

Inkubasi oral berlanjut melalui keadaan larva kantung-kuning, dengan total panjang sekitar 8-11 minggu. Dalam kondisi laboratorium, keturunan dapat menetas dalam waktu sekitar 30 hari.

Keturunannya kira-kira panjangnya 6-8 cm dan perlahan beradaptasi dengan perilaku orang dewasa, seperti memberi makan secara oportunistik dan mengais-ngais. Saat penyerapan kantung kuning telur, remaja mulai menunjukkan karakteristik dewasa. Dan indukan jantan akan melepasnya ke alam ketika si anak dirasa cukup kuat.

Rekomendasi untuk Anda
Klik Disini
butuh bantuan?
Halo,
Selamat datang di Surya Kencana Farm, apakah ada yang bisa kami bantu hari ini?.