Cara budidaya ikan lele di terpal

Cara budidaya ikan lele di terpal

Terpal lele : Media untuk ternak lele bisa di kolam semen, kolam tanah, atau kolam terpal. Paling digemari adalah kolam terpal, karena pembuatannya yang lebih murah dibanding kolam semen atau tanah. 

Sementara langkah-langkahnya ternak menggunakan kolam terpal juga gak sulit alias praktis. Cukup menyiapkan lahan, kolam terpalnya, tebar benih, perawatan, panen deh. 

1. Siapkan lahan

Pertama yang kamu butuhkan lahan yang cukup luas. Bisa dilakukan di halaman belakang rumah, atau menyewa tanah kosong untuk meletakkan kolam-kolam terpal yang bakal digunakan sebagai medianya.

2. Siapkan kolam terpalnya

Kedua, jangan lupa mempersiapkan terpalnya yang bakal digunakan untuk menjadi kolam. Bentuk kolam berbentuk lingkaran atau persegi panjang namun berdiri tegak. Gunakan ganjalan menggunakan besi, atau susunan batu bata hingga membentuk sebuah kolam dan bisa diisi dengan air. 

Webinar Budidaya Ikan Lele

3. Isi kolam dengan air

Kemudian, isi kolam terpal itu dengan air setinggi sekitar 30 centimeter. Lalu diamkan air tersebut selama satu minggu hingga kolam tumbuh lumut dan fitoplankton. Setelah itu, kamu bisa mengisi dengan air lagi sampai setinggi 80 centimeter. 

4. Penebaran benih

Tahap selanjutnya, penebaran benih ke dalam kolam. Pastikan kamu membeli benih yang berkualitas, ciri-cirinya adalah gerakannya gesit dan warnanya lebih mengkilap. 

Cara menyebarnya juga bukan langsung diceburin secara berbarengan beribu-ribu ekor, nanti yang ada lelenya langsung stres. Tapi secara perlahan-lahan, dengan memasukkan beberapa benih dulu ke dalam ember, lalu letakkan ember ke dalam kolam, biarkan benih keluar ember sendirinya. Lakukan seperti ini dengan memberi jeda setiap 30 menit sekali dalam melepaskan bibit. 

Usahakan penebaran benih dilakukan pada pagi hari atau malam hari. Karena pada jam-jam tersebut suhu air sejuk dan biak untuk benih lele. 

5. Perawatan ikan

Jenis pakan yang baik untuk ternak lele adalah pelet 781-1. Tebar pelet setiap tiga hari sekali, jam 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam. 

Perhatikan juga volume air di kolam disesuaikan dengan umur dan ukuran lele. Di bulan pertama ketinggian air dianjurkan 20 centimeter, di bulan kedua 40 centimeter, dan di bulan ketiga naik menjadi 80 centimeter. 

6. Masa panen

Jika sudah memasuki tiga bulan, dan warna air yang tadinya hijau lumut menjadi merah, itu tandanya ikan lele siap kamu panen. Tinggal diserok menggunakan jaring besar dan siap untuk dipasarkan ke konsumen. 

Selain menggunakan terpal, ternak lele bioflok juga bisa menjadi alternatif. Keduanya ini sama-sama menggunakan terpal sebagai media kolamnya, tapi bedanya, di bioflok ada sistem pembuangan kotoran lelenya. 

Biasanya kotoran lele akan mengendap di permukaan bawah, dan itu akan membuat kolam kotor dan tidak sehat. Nah di bioflok di bagian bawah kolam terdapat sebuah pipa yang bertugas untuk menyedot kotoran-kotoran tersebut.

Rekomendasi untuk Anda
Klik Disini
butuh bantuan?
Halo,
Selamat datang di Surya Kencana Farm, apakah ada yang bisa kami bantu hari ini?.