Beberapa Cara Pembibitan Ikan Lele yang Baik dan Benar

Beberapa Cara Pembibitan Ikan Lele yang Baik dan Benar

Pembibitan lele : Bagaimana cara pembibitan ikan lele yang baik dan benar? Dalam membudidayakan ikan lele, tahap awal yang harus kita kerjakan adalah proses pembibitan. Ada dua metode pembibitan yang dapat dilakukan yaitu pembibitan alami dan pembibitan buatan. Pada pembibitan secara alami, seluruh rangkaian proses pembibitan terjadi secara natural tanpa bantuan manusia. Berbeda dengan pembibitan buatan, di mana kita harus menyuntikkan hormon tertentu ke tubuh ikan lele agar ikan tersebut sehingga dapat mencapai kematangan gonad.

Pada kesempatan kali ini, kita akan belajar terlebih dahulu bagaimana tata cara dalam membibitkan ikan lele secara alami. Di samping prosesnya lebih mudah, tingkat keberhasilan pembibitan secara natural ini pun lebih tinggi. Begitu pula dengan bibit-bibit ikan lele yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang lebih baik. Jika Anda sudah berhasil dalam menerapkan metode ini, jangan ragu untuk menjajal kemampuan Anda dalam membibitkan ikan lele secara buatan.

Pelatihan Budidaya Ikan lele

Di bawah ini langkah-langkah pembibitan ikan lele yang baik dan benar!

1. Pemilihan Ikan Lele Indukan

Ikan lele yang akan dijadikan sebagai ikan indukan harus mempunyai kualitas yang bagus. Ciri-ciri indukan ikan lele yang unggul antara lain asal usulnya jelas, berumur sekitar 1-2 tahun, berat tubuhnya lebih dari 1 kg, gerakannya agresif/lincah, badannya mengkilap, memiliki postur yang gemuk, tidak mempunyai cacat, dan tingkat pertumbuhannya cepat.

Ikan lele jantan yang telah matang secara gonad biasanya memiliki alat kelamin yang membesar, bengkak, berwarna kemerah-merahan, dan terdapat bintik-bintik yang berkelir putih. Sedangkan pada ikan lele betina yang telah matang gonad, ikan tersebut memiliki lubang kelamin yang memerah dan membesar dengan perut yang juga membesar dan cenderung lembek. Jika perut lele betina ini diurut sampai ke anus maka akan mengeluarkan telur.

2. Adaptasi Ikan Lele Jantan dan Betina

Kedua jenis ikan lele yang akan dipijahkan perlu dikondisikan terlebih dahulu dengan cara menempatkannya di kolam khusus indukan secara terpisah. Usahakan kolam tersebut mempunyai sirkulasi air yang lancar untuk mencegah ikan-ikan di dalamnya mengalami stres. Adapun padat tebar ikan yang disarankan adalah 2 kg/m2.

Selama masa karantina, indukan ikan lele harus diberi pakan yang mengandung gizi tinggi. Selain pelet khusus, Anda juga bisa memberinya makanan berupa limbah rumah tangga. Pemberian pakan dilakukan sebanyak 1-2 hari sekali. Disarankan pula untuk memasukkan beberapa tanaman air ke dalam kolam.

3. Pembuatan Kolam Pembibitan dan Penetasan Telur

Anda bisa menggunakan kolam terpal seluas 2 m2 sebagai kolam pembibitan/pemijahan. Kedalaman kolam yang baik berkisar antara 60-80 cm. Selanjutnya masukkan 3-4 kakaban berupa ijuk yang diapit dengan bambu untuk sarana tempat meletakkan telur. Tindihlah kakaban tersebut memakai batu bata supaya posisinya tenggelam di dasar kolam.

Langkah berikutnya adalah membuat kolam khusus penetasan telur agar jumlah telur yang menetas lebih maksimal. Ukuran kolam penetasan telur yang dianjurkan yaitu 3 x 2 m dengan kedalaman 30 cm. Kolam ini terbuat dari material beton yang dibangun di tempat yang teduh dan tenang. Disarankan buatlah kolam penetasan telur secara indoor agar tidak terjadi perubahan suhu secara ekstrim.

4. Pemijahan Indukan Ikan Lele Jantan dan Betina

Pindahkan kedua indukan ikan lele dari kolam karantina ke dalam kolam pemijahan menggunakan jaring yang halus. Setiap kolam pemijahan sebaiknya diisi dengan sepasang indukan ikan lele, yaitu 1 ekor ikan lele jantan dan 1 ekor ikan lele betina. Proses pemindahan ini sebaiknya dikerjakan pada waktu antara pagi dan siang hari. Setelah kedua ikan indukan telah masuk ke kolam, tutuplah kolam tersebut menggunakan tripleks atau kawat kasa untuk mencegahnya meloncat keluar.

Proses pemijahan ikan lele biasanya berlangsung pada malam hari, sekitar pukul 1-3 dini hari. Proses ini dimulai dari ikan betina yang mengeluarkan telur dan menempel ke kakaban. Lalu ikan jantan pun bakal mengeluarkan sel sperma untuk membuahi sel-sel telur tersebut.

Keesokan harinya, Anda bisa mengecek apakah sudah ada telur ikan lele yang menempel di kakaban atau belum. Jika sudah ada, artinya proses pemijahan sudah selesai. Anda harus secepatnya mengeluarkan kedua indukan ikan lele dari kolam pemijahan agar tidak memangsa telur-telurnya sendiri. Kemudian kakaban-kakaban yang berisi telur ikan lele juga harus dipindahkan dari kolam pemijahan ke kolam penetasan telur. Pastikan seluruh permukaan kakaban tenggelam di dalam air.

5. Penetasan Telur Ikan Lele

Telur ikan lele biasanya akan menetas dalam tempo antara 22-36 jam. Kolam penetasan telur ini sebaiknya dilengkapi dengan sirkulasi air yang halus dan perangkat aerator. Anakan ikan lele yang baru menetas biasanya akan lebih senang berada di dasar kolam. Keluarkan kakaban setelah dipastikan semua telur sudah menetas.

6. Perawatan Anakan Ikan Lele

Anakan ikan lele yang baru menetas tidak perlu diberikan pakan terlebih dahulu selama 3 hari. Hal ini dikarenakan anakan-anakan tersebut masih mempunyai cadangan makanan di dalam kantung kuning telur yang melekat di tubuhnya. Setelah itu, anakan ikan lele bisa diberi makanan berupa kutu air dan cacing sutra. Pakan diberikan secara teratur dan secukupnya agar jangan sampai timbul sisa pakan di dasar kolam.

Rekomendasi untuk Anda
Klik Disini
butuh bantuan?
Halo,
Selamat datang di Surya Kencana Farm, apakah ada yang bisa kami bantu hari ini?.