Langkah – Langkah Pemijahan Ikan Lele Untuk Hasil Yang Bagus

Langkah-Langkah Pemijahan Ikan Lele Untuk Hasil Yang Bagus

Pemijahan ikan lele : Sebelumnya saya telah membahas tentang panduan cara budidaya ikan lele, pada artikel ini selanjutnya saya akan mengulas tentang pembenihan dan teknik pemijahan ikan lele.D alam berbisnis ikan air tawar yang satu ini, ada dua segmen yang perlu Anda ketahui yaitu, Menjual ikan lele hasil pembesaran, Dan Menjual bibit atau benih kepada pengusaha pembesaran ikan lele.

Yang tentunya memiliki cara yang berbeda dalam melakukanya begitu juga dengan hasilnya, Namun pada dasarnya melakukan pembenihan dan pemijahan akan lebih sulit daripada pembesaran ikan lele. Karena dalam melakukan pembenihan dan pemijahan perlu keterampilan dan perawatan yang lebih teliti daripada pemasarannya.

Berikut langkah-langkah pemijahan ikan lele :

Seleksi Indukan Untuk Pembenihan Dan Pemijahan Ikan Lele

Untuk menghasilkan benih yang berkualitas, maka pilihlah calon induk lele dengan kriteria yang sehat tanpa cacat dan bebas dari penyakit. Memilih indukan untuk pembenihan ikan lele hendaknya dimulai sejak calon indukan masih berukuran 5-10 cm, Pilih ikan lele yang mempunyai sifat-sifat unggul.

Seperti tidak cacat, memiliki tubuh yang baik, dan gerakanya lincah. Pertumbuhan paling cepat dibanding yang lainnya, Kemudian pelihara calon-calon indukan tersebut dalam kolam pemeliharaan tersendiri.

Pemeliharaan indukan akan lebih baik bila dilakukan secara istimewa dengan cara pemberian pakan yang berkualita dan pengairan yang bagus.

Pelatihan Budidaya Ikan lele

Pemeliharaan Indukan Ikan Lele

Calon indukan dipelihara di kolam tersendiri khusus indukan yang telah dipersiapkan, Setelah umur 6-7 bulan, induk induk lele tersebut dipisah antara jantan dan betina. Dan dipelihara dalam padat tebar ke dalam kolam antara 4-6 ekor/m². Dalam membedakan ikan lele jantan dan betina, sangat mudah untuk kita amati, p tidak seperti ikan air tawar yang lainya.

Untuk ikan lele jantan alat kelamin yang terlihat di dekat lubang anus berbentuk runcing sedangkan alat kelamin ikan lele betina berbentuk bulat telur. Tanda berikut dapat dikenali dengan mudah saat ikan kira2 berukuran 20cm. Di samping itu perut ikan betina tampak lebih gendut daripada perut ikan jantan saat saat matang telur (Siap untuk Tahap Pemijahan).

Pemberian Pakan Induk Ikan Lele

Pakan yang diberikan dapat berupa pakan alami ataupun pakan buatan. Pada prinsipnya pakan yang akan diberikan harus mengandung protein yang tinggi minimum 35%. Jumlah pakan yang diberikan adalah 5% dari total bobot ikan lele tersebut. Dalam penghitungan persentase pakan yang akan diberikan sebaiknya dilakukan sampling (contoh) setiap seminggu sekali.

Untuk perhitungan persentase pakan berikut cara menghitungnya :
Langkah pertama yg harus kita lakukan adalah menimbang ikan. Agar kita tahu berapa isi ikan /kg nya.

Dalam hal ini kita punya 2 sampel, yg pertama isi 13 ekor /kg nya/ ukuran remaja.

Yg ke-2 isi 350-400 ekor /kg nya, atau sekitar benih ukuran 4-6cm

Setelah kita tahu berapa isi ikan /kg nya. Mari kita hitung.

Yg pertama ikan isi 13 ekor/kg

Semisal kita pelihara ikan 1000 ekor berarti

1000:13. 13 ini kita ambil dari isi ikan /kg nya.

1000 ekor:13 ekor/kg= sekitar 75 kg.

Jadi jumlah ikan 1000 ekor ukuran 13 ekor/kg nya itu ada 75kg, itu jumlah keseluruhan.

Nah pakan kita kalikan 5% dan kita jadikan gram.

Jadi 75 kg x 5%=350 gram

Jadi kebutuhan pakan per hari untuk ikan 1000 ekor dengan ukuran 13 ekor/kg itu sekitar 3,5 kg/ hari.

Sebaiknya pemberian pakan dilakukan 2 kali dalam sehari, Pemberian pakan dilakukan secara teratur ahat menjamin ketersediaan protein terhadap calon indukan ikan lele.

Selanjutnya kita bahas dalam melakukan pemilihan indukan yang siap untuk dipijahkan.

Ciri-ciri Indukan Jantan Matang Gonad

Ciri ciri morfologi :

  1. Alat kelamin memerah
  2. Perutnya ramping
  3. Ada perubahan warna tubuh menjadi coklat kemerahan
  4. Apabila ditekan pada bagian perut di dekat alat kelamin, maka akan mengeluarkan sperma.

Ciri-ciri fisiologi :

  1. Warna sperma kental seperti susu
  2. Jumlah sperma banyak
  3. Gerakan sperma normal, bentuk normal >95%.

Ciri-ciri Indukan Betina Matang Gonad

Alat kelamin bulat dan memerah

Gerakan relatif lambat

Perut tampak bulat membesar

Apabila diraba perut terasa lembek

Warna tubuh tampak coklat kemerahan

Apabila perut di urut kadang akan nampak lubang genital.

Ciri-ciri fisiologi :

  1. Diameter telur >1mm
  2. Warna telur hijau transparan
  3. Inti telur telah menepi berada di depan micropile.

Seleksi indukan bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan induk yang akan di pijahkan. Pada saat penyeleksian induk sebaiknya snagat dilakukan secara hati-hati.

Agar calon indukan terhindar dari luka atau lecet serta tidak mengalami stress yang dapat mengakibatkan ikan tidak mengeluarkan telur.

Sarana Pemijahan Ikan Lele

Sebelum melakukan pemijahan ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan, Tentunya menyiapkan segala bahan dan perlengkapan untuk proses pemijahan nanti.

Menyiapkan Wadah Pemijahan Ikan lele

Wadah yang digunakan untuk pemijahan adalah kolam tanah, bak semen, atau kolam fiber maupun kolam terpal yang berukuran 2 x 1,2 x 0,8 m untuk satu pasang induk dengan berat 600 – 700 gram.

Wadah tersebut harus dilengkapi dengan pipa saluran pemasukan dan pembuangan air.

Sebelum induk lele yang akan dipijahkan di masukan ke dalam wadah, maka terlebih dahulu wadah tersebut harus dibersihkan hingga tidak ada lumut atau kotoran yang menempel.

Setelah bersih, Wadah tersebut diairi dengan kedalaman 40 – 50 cm.

Wadah pemijahan tersebut harus terbebas dari sumber penyebab penyakit seperti parasit, bakteri, jamur, dan virus dan terhindar dari serangan hama seperti ular, biawak, berang-berang, dan kucing.

Pilihlah lokasi yang teduh dan tidak terkena kontak langsung cahaya matahari.

Tutuplah bagian permukaan wadah pemijahan dengan jaring agar mencegah indukan melompat keluar dari wadah pemijahan atau menggunakan wadah yang cukup tinggi agar indukan tidak terjangkau keluar ketika melompat.

Karena biasanya indukan jantan sering mengejar – ngejar indukan betina dalam proses pemijahan.

Menyiapkan Substrat Sebagai Sarang Telur

Substrat sebagai tempat penempelan telur ikan lele, Substrat yang biasa digunakan adalah kakaban yang terbuat dari ijuk dan di jepit dengan bilah bambu atau pipa.

Ukuran kakaban biasanya 1,2 x 0,45m. Satu pasang induk dalam satu bak biasanya membutuhkan 4 buah kakaban. Peletakan kakaban membujur dan seluruh kakaban di tenggelamkan di dasar wadah pemijahan.

Dengan cara di beri pemberat.

Menyiapkan Wadah Penetasan Telur

Secara umum ada dua macam media penetasan telur indukan ikan lele yaitu :

1.Media di amana pemijahan berlangsung

Contohnya adalah kolam tanah, bak semen, bak fiber dan kolam terpal.

Cara kerjanya adalah induk ikan yang sudah dipijahkan (jantan dan betina) segera ditangkap dan dipindahkan dari wadah pemijahan tersebut sedangkan telurnya di biarkan dalam media kakaban hingga telur menetas.

2.Media penetasan telur ikan lele secara khusus.

Contohnya adalah McDonald jar. Cara kerjanya adalah telur-telur yang telah dibuahi (fertilisasi) diambil dan dipindahkan ke wadah penetasan secara khusus.

Penggunaan teknik ini dianggap lebih baik karena kualitas airnya lebih terjaga, baik dari segi ketersediaan oksigen maupun kestabilan suhu.

Menyiapkan Wadah Pemeliharaan Benih.

Wadah pemeliharaan benih bisa di kolam semensemen, kolan tanah, maupun kolam terpal. Wadah pemeliharaan benih ikan lele yang baik adalah kolam dengan dasar tanah. Jika Anda menggunakan kolam tanah dalam pemeliharaan benih, harap di tata terlebih dahulu bagian dasar kolam dan di buat pengaliran dengan dengan pipa yang berguna untuk memasukan air kedalam dan pengeluaran air.

Untuk kedalaman kolam itu sendiri sekitar 40 – 50 cm. Pada pemeliharaan secara intensif, benih benih lele biasanya dipelihara dalam bak pemeliharaan khusus dalam rangka melakukan pendederan pasca selesai pemijahan ikan lele. Yang telah dilengkapi dengan aerasi dan sistem sirkulasi air. Secara khusus dalam bak pemeliharaan.

Untuk mendapatkan kualitas bibit yang lebih baik dengan tingkat jaminan keberhasilan panen benih, Sebaiknya kolam pendederan dilengkapi dengan sistem sirkulasi air. Hal ini bertujuan agar benih lebih aktif bergerak dan selalu berada dalam kondisi dan kualitas air yang baik. Biasanya dalam kolam pembenihan air tenang dan dinding lebih mudah tumbuh lumut.

Dari semua tahapan pemijahan ikan lele, Perawatan benih adalah hal penting yang perlu Anda lakukan dengan cara memberikan perhatian khusus untuk Anda lakukan.

Pemijahan Ikan Lele Dengan Beberapa Cara

Dalam melakukan mengawinkan atau pemijahan pada ikan lele ada banyak metode yang bisa Anda lakukan, Baik itu pemijahan secara alami maupun secara intensif. Pemijahan alami yaitu perkawinan yang tidak memerlukan campur tangan manusia dalam proses pembuahan sel telur dengan sperma.

Sedangkan pemijahan intensif merupakan proses perkawinan yang memerlukan intervensi manusia dalam proses pembuahannya. Berikut beberapa metode yang bisa Anda lakukan dalam teknik pemijahan ikan lele :

1. Pemijahan Ikan Lele Secara Alami.

Indukan betina dan jantan yang sudah matang atau siap kawin seperti ciri-ciri yang saya sebutkan diatas dimasukkan kedalam wadah khusus pemijahan yang telah disediakan. Indukan lele antara jantan dan betina memiliki perbandingan 1:1, maksudnya adalah masukan satu ekor induk betina dan satu ekor indukan jantan.

Namun ada juga yang menggunakan perbandingan 2:1, yakni 2 ekor indukan betina dengan 1 ekor indukan jantan. Bila pemijahan secara alami harus dilengkapi dengan kakaban atau ijuk sebagai perangsang yang juga sebagai wadah atau sarang telur nantinya.

Proses pemijahan biasanya terjadi 1×24 jam pada malam hari, keesokan harinya akan terlihat butir telur berwarna putih yang menyangkut di media kakaban atau ijuk tadi. Setelah proses pemijahan kedua indukan tersebut selesai, Segera pindah atau angkat secara pelan-pelan dari wadah pemijahan.

Pisah beberapa kakaban ke kolam lain yang sudah disiapkan sebagai wadah penetasan dan pembesaran, bertujuan untuk mengurangi kepadatan jumlah benih pada kolam. Untuk mencegah tumbuhnya jamur, ganti air sebesar 50% saja dari total volume air sebelumnya, lakukan secara hati-hati agar tidak merusak sarang (kakaban) dan telur ikan. Secara umum, mulai terjadinya proses fertilisasi(pembuahan sel sperma terhadap telur) hingga penetasan telur menjadi larva berlangsung selama 24-36 jam.

Proses penetasan juga dipengaruhi oleh suhu selama proses inkubasi.

2. Pemijahan Ikan Lele Menggunakan Ekstrak Kelenjar Hipofisa

Cara kerja pengambilan hipofisa, proses pembuatan hormon, serta penggunaan hormon hipofisis sebagai berikut :

Siapkan ikan indukan lele yang akan diambil hipofisanya hipofisanya

Potong kepala ikan hingga putus, kemudian letakan potongan dengan terlentang lalu potong lah ke arah bawahbawahmulai dari bawah libang hidung hingga tengkorak terbuk Potonglah syaraf-syarah yang terlihat putih hingga bagian otak kelihatan.

Angkat bagian otak dengan hati-hati hingga akan terlihat kelenjar hipofisa, tetapi masih di dalam tulang sella turcica.

Ambil kelenjar hipofisa dengan pinset kemudian letakan di atas kertas saring.

Masukan kelenjar hipofisa kedalam gelas penggerus penggerus, lalu gerus secara hati-hati.

Tambahkan larutan faal atau aquades setetes demi setetes sambil kelenjar hipofisa digerus hingga volume 2 ml, Kemudian pindahkan larutan kedalam tabung reaksi untuk disentrifuge selama 5 menit. lalu diamkan selama 15 menit.

Larutan nampak menjadi 2 bagian, bagian atas terlihat jernih dan bagian bawah terlihat keruh.

Ambil larutan yang jernih pada bagian atas menggunakan jarum suntik, usahakan tidak ada udara pada tabung suntik.

Larutan tersebut siap untuk disuntikan kepada ikan resipien (indukan), kemudian cabut kembali jarum suntik secara perlahan-lahan untuk mencegah kelenjar hipofisa keluar.

Setelah penyuntikan masukan induk ke dalam wadah pemijahan dengan hati-hati untuk mencegah stress pada induk.

3. Perangsang Menggunakan Ovaprim

Ovaprime merupakan jenis hormon umum yang biasa digunakan dalam pembenihan dan penyuntikan, Ovaprime banyak digunakan oleh pengusaha benih ikan lele karena lebih praktis dan cukup banyak tersedia di pasaran. Tujuan penyunrikan menggunakan ovaprim adalh untuk merangsang indukan lele. Kelebihan dari penyuntikan dengan menggunakan ovaprim. adalah kita dapat mengetahui kapan proses pemijahan akan berlangsung.

Dosis yang penggunaan ovaprim cukup 0,2 – 0,3 ml/kg bobot indukan lele. Biasanya proses penyuntikan dilakukan pada sore hari atau malam hari. Untuk mengurangi terjadinya stress terhadap ikan akibat penyuntikan atau fluktuasi suhu. Penggunaan hormon ini biasanya dipakai sistem budidaya semi intensif dan sistem budidaya intensif.

4. Menyuntik Induk Ikan Lele

Sebelum melakukan penyuntikan, Indukan lele terlebih dahulu dipuasakan dalam pemberian pakan, istilah ini dikenal dengan istilah pemberokan.

Pemberokan ini bertujuan untuk membuang kotoran dan mengurangi kandungan lemak dalam gonad gonad. Pemberokan sebaiknya dilakukan selama 1 hari.

Setelah pemberokan dilakukan lakukan, kematangan induk harus diperiksa kembali untuk memastikan bahwa induk be benar-benar memiliki telur sebelum dipijahkan.

Berikut langkah-langkah penyuntikan ikan lele :

– Pilihlah indukan jantan dan betina dengan kriteria sehat, gemuk, mengkilat dan gesit.

-Spuit yang telah berisi ekstrak kelenjar hipofisa ataupun ovaprim di suntikan ke induk betina pada otot punggung dengan kemiringan 45°. dengan kedalaman kira-kira 1mc mengarah ke kepala.

– Lepaskan induk betina yang telah disuntik secara hati-hati ke dalam wadah pemijahan. Setelah itu lepaskan induk jantannya.

– Tutup wadah pemijahan pemijahan dan pastikan induk ikan tidak dapat menjangkau lompat keluar. Lalu biarkan indukan melakukan perkawinan.

– Penyuntikan sebaiknya dilakukan pada sore atau malam hari.

– Pada esoknya, di pagi hari indukan sudah mengeluarkan telur. Jika telur-telur ikan terlihat, pindahkan beberapa kakaban kolam penetasan yang telah dipersiapkan.

Pemeliharaan Larva Bibit Ikan Lele

Dari proses pemijahan akan dihasilkan larva ikan yang harus dibesarkan dalam tahap pembenihan ikan lele selanjutnya. Pisahkan larva dari induknya.

Kualitas air kolam untuk pemeliharaan larva harus terjaga. Usahakan ada aerasi dengan aerator untuk menyuplai oksigen.

Suhu kolam harus dipertahankan pada kisaran 28-29oC. Pada suhu dibawah 25oC, biasanya akan terbentuk bintik putih pada larva yang menyebabkan kematian massal.

Perawatan Larva Benih Ikan Lele

Setelah telur menetas, angkat kakaban dan buanglah kotoran-kotoran bekas penetasan dengan cara disiphon. Ketika baru menetas, larva mempunyai cadangan makanan yang ada di dalam kantung kuning telurnya. Sehingga tidak perlu diberikan makanan lagi, hingga larva telah berumur 3 hari.

Setelah makanan habis diserap, selanjutnya perlu memberi pakan mandiri dengan pemberian pakan alami berupa Zooplankton yang mudah dicerna seperti artemia dan rotifera. Tetapi bila jenis-jenis makanan tersebut belum tersedia, maka bisa diberi pakan berupa emulsi kuning telur. Menggunakan kuning telur dari telur yang sudah direbus dan di larutkan ke dalam air bersih dan disaring.

Perbandinganya adalah satu buah kuning telur dilarutkan ke dalam satu liter air. Larutan kuning telur tersebut bisa diberikan untuk makan larva yang berjumlah kira-kira 75.000 – 100.000 larva. Pemberian pakan dilakukan 4-5 kali sehari. Setelah benih berumur 2 minggu, maka pakan harus diganti dengan pakan yang berukuran lebih besar. Seperti moina, daphnia, dan tubifex.

Pada usia ini bibi ikan bisa diberikan pakan komersial berupa pelet yang berukuran halus. Frekuensi serta jumlah pakan yang telah diberikan perlu diatur dan disesuaikan dengan kondisi benih. Dalam masa perawatan harap perhatikan sistem sirkulasi air agar tidak terlalu deras dan juga terlalu lemah. Dan kestabilan suhu sebaiknya dipertahankan pada kisaran 28 – 30°.

Pendederan Dalam Pembenihan Ikan Lele

Sebelum melakukan pendederan benih ikan lele, siapkan wadah untuk melakukan pendederan. Setelah berumur 2 minggu, maka benih perlu di sortir. Untuk memisahkan antara benih yang berukuran lebih besar dan benih yang berukuran lebih kecil. Penyortiran sebaiknya dilakukan pada sore atau pagi hari, Dan di lakukan sangat hati-hati agar tidak stress.

Pada pendederan tahap ke 2, yakni setelah berumur 2 minggu. Benih biasanya berukuran 2- 3 cm. Padat tebarnya bisa mencapai 50 ekor/m², Dilanjutkan dengan pendederan tahap ke 3, di mana ukuran benih telah mencapai 8 cm. Dengan pemeliharaan selama 1 bulan maka seharusnya panjang ikan sudah mencapai ukuran 12 cm dengan berat 40 – 50 gram/ekor. Benih pada ukuran ini dapat dipelihara dengan padat tebar 15 – 20 ekor/m².

Lakukan pemindahan benih ke setiap wadah pendederan dengan metode aklimatisasi (adaptasi). Wadah yang sudah terisi benih dimiringkan agar air dan benih ikan di dalamnya keluar dengan pelan-pelan. Bertujuan untuk penyesuaian terhadap iklim baru oleh benih ikan lele. Hal ini sebaiknya dilakukan pada sore hari ataupun pagi hari agar suhu tidak terasa panas dan fluktuasi masih rendah.

Tahap Panen Benih Ikan Lele

Setelah benih berumur 8 – 10 minggu, Benih sudah siap untuk dipanen dan selanjutnya untuk melakukan perbesaran atau Anda juga bisa menjual benih tersebut kepada pelaku usaha penjual ikan lele siap konsumsi.

Panen benih ikan lele sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari dengan cara mengeringkan kola sampai dengan kedalaman kolam 20 / 10 cm. Bertujuan untuk mempermudah melakukan tahap panen benih menggunakan serok jaring ikan yang berukuran tipe halus.

Dalam melakukan pengeringan kolam harap diperhatikan pada saluran pembuangan, untuk mencegah keluarnya benih atau keluar dan terbuang mengikuti arus air. Atau mungkin Anda bisa meletakan penyaring pada pipa pembuangan.D an pindahkan benih ikan lele ke kolam pembesaran yang sudah disediakan. Pada saat melakukan panen lakukan penghitungan untuk mengetahui mortalitas. Serta mengevaluasi tingkat pertumbuhan benih sehingga dapat dilakukan perbaikan pada pendederan berikutnya.

Penutup

Hal terakhir namun penting dalam pembenihan ikan lele, adalah menyiapkan pembeli bagi benih yang sudah siap panen. Karena apabila waktu panen terlambat karena benih belum ada pembelinya, peternak harus menanggung biaya pemeliharaan ekstra. Pada ujungnya, semakin lama panen tertunda akan semakin tipis marjin yang akan diterima peternak

Rekomendasi untuk Anda
Klik Disini
butuh bantuan?
Halo,
Selamat datang di Surya Kencana Farm, apakah ada yang bisa kami bantu hari ini?.