Mudahnya Beternak Lele dalam Ember

Mudahnya Beternak Lele dalam Ember

Teknik budidaya ikan dalam ember atau Budikdamber, belakangan populer di masyarakat. Teknik ini juga viral di media sosial usai seorang warganet mengunggahnya dalam akun Twitternya. Dengan Budikdamber, seseorang dapat beternak lele dan menanam sayuran sekaligus, meskipun di rumahnya tidak memiliki lahan yang luas.

Lantas bagaimana cara beternak lele dan menanam kangkung dalam ember dengan teknik Budikdamber? Sebelum mengetahui caranya, perlu diketahui tidak semua ikan bisa dibudidayakan dengan cara ini. Ikan yang cocok di ternak dengan teknik Budikdamber adalah ikan lele, patin, sepat, betok, gabus dan gurame. “Ikan yang tahan oksigen rendah. Sedangkan tanaman yang bisa ditanam juga tergantung dari jenis media yang digunakan. Apabila menggunakan media arang, jenis tanaman yang bisa dibudidayakan di antaranya adalah kangkung, genjer, dan bayam Brazil. Sementara apabila menggunakan media media AKT (arang, kain, tanah) semua jenis tanaman bisa dibudidayakan. Nah, apabila ingin beternak Lele sekaligus menanam kangkung dalam ember, berikut cara Budikdamber .

Webinar Budidaya Ikan Lele

 Bahan-bahan yang dibutuhkan:

  1. Ember 80 liter
  2.  Arang batok kelapa
  3. Gelas Plastik
  4.  Benih Lele ukuran 5-12 cm sejumlah 60-100 ekor.
  5. Tang Kawat Bibit kangkung Solder

Cara pembuatan untuk ternak lele dan tanam kangkung

  • Pertama-tama yang dibutuhkan adalah mempersiapkan gelas dan potongan kangkung,caranya:
  • Lubangi gelas plastik 10-15 buah dengan solder
  •  Potong kangkung sisakan bagian bawah
  • Masukkan kangkung ke dalam gelas, kemudian isi gelas dengan arang batok kelapa antara 50 sampai 80 persen ukuran gelas.
  • Potong kawat kurang lebih 12 cm dan buat model kait yang bisa dijadikan pegangan gelas di ember.

Selanjutnya adalah membuat persiapan media untuk Budikdamber

  • Isi air 60 liter, diamkan kurang lebih 1-2 hari
  •  Masukkan ikan, diamkan 1-2 hari
  • Rangkai gelas kangkung di pinggir ember

Pemeliharaan

Untuk merawat lele dan kangkung yang dibudidayakan bersama, maka ember perlu diletakkan di tempat yang terkena matahari maksimal. Sehingga nantinya, kangkung akan terlihat tumbuh pada hari ke-3.

Namun perlu diperhatikan, apabila terdapat kutu di daun kangkung maka segera buang daun atau batang karena kangkung akan keriting dan mati. Sedangkan untuk pakan ikan lele, bisa diberikan 2-3 kali dengan waktu yang rutin.

 Untuk ukuran ikan sepanjang 5-7 cm, maka pakan pf 800, ikan sepanjang 10 cm dengan pakan pf 100, dan lebih dari 12 cm diberikan pakan ikan lele 781-2, 781-1, 781. Selanjutnya nantinya air akan berubah menjadi hijau dan amati nafsu makan ikan.  Lakukan penggantian air saat nafsu makan ikan menurun, air berbau busuk dan ikan menggantung (kepala di atas, ekor di bawah). Penggantian air atau sipon (penyedotan kotoran i dasar ember dengan selang) biasanya sekitar 10-14 hari sekali. Penyedotan bisa 5-8 liter saja atau bila diperlukan, air diganti sepenuhnya.

Perlu diketahui, kangkung yang membesar maka ia membutuhkan air yang lebih banyak. Dengan teknik Budikdamber, panen kangkung pertama dapat dilakukan 14-21 hari sejak tanam. Caranya adalah dengan memotong kangkung dan menyisakan bagian bawah tunas untuk pertumbuhan kembali. Panen umumnya bisa berjarak 10-14 hari sekali dan tanaman dapat bertahan kurang lebih 4 bulan. Untuk panen ikan lele dapat dilakukan dalam 2 bulan bila benih bagus dan pakan baik. Tingkat ketahanan hidup lele dengan cara ini berkisar 40-100 persen.

Rekomendasi untuk Anda
Klik Disini
butuh bantuan?
Halo,
Selamat datang di Surya Kencana Farm, apakah ada yang bisa kami bantu hari ini?.