Kelebihan dan Keunggulan Lele Mutiara

Kelebihan dan Keunggulan Lele Mutiara

Kelebihan dan Keunggulan Lele Mutiara –  Yang paling menarik dari lele mutiara adalah keunggulan yang dimiliki oleh lele mutiara yaitu dengan peningkatan kemampuan pertumbuhan pada parameter berat / bobot tubuh secara kumulatif dengan nilai sebesar 52,64 % dari populasi asalnya.  Bila dijabarkan atas kenaikan itu ;

  • 20,59 % di generasi pertama
  • 11,80 % di generasi kedua
  • 20,24 % di generasi ketiga

Setelah melalui uji multilokasi dan juga uji multisistemik maka terlihat perbaikan dari segi produktivitas ikan, efisiensi penggunaan pakan, sintasan dan keseragaman ukuran tubuh ikan disertai peningkatan daya tahan tubuh ikan lele mutiara. Hasil lain berupa tingkat deformitas dan simetri yang tampak pada tampilan fisik benih ikan jauh lebih rendah dari pada pembandingnya.

Pengujian Lele Mutiara di Wilayah Depok

Pengujian Lele Mutiara di Wilayah Depok – Salah satu daerah pengujian di lapangan yaitu kolam di wilayah depok dapat dilihat beberapa kelebihan dan keunggulan lele mutiara. Kolam uji coba menggunakan bak terpal ukuran 2 meter persegi. Sedangkan pada tebar sebesar 750 ekor / meter persegi. Lele dipelihara selama 90 hari. Hasil yang di dapat di saat panen lele mutiara seberat 125 kg lele mutiara. Jumlah yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan hasil pemeliharaan lele dumbo biasa dengan kondisi yang sama hanya berkisar 107 kg lele dumbo.

Untuk proporsi hasil panen atau ukuran tubuh ikan menunjukan 22 % pada ukuran undersize dan kurang lebih 78 % berukuran super. Sedangkan pembanding yaitu lele dumbo proporsi panen sebesar 48 % berukuran undersize sedangkan 52 % berukuran super. Konsumsi pakan pada lele mutiara sebesar 95 kg pakan sedangkan lele dumbo menghabiskan 85 kg pakan atau selisih 10 kg pakan.

Pengujian Lele Mutiara di Wilayah Bogor

Pengujian Lele Mutiara di Wilayah Bogor – Untuk daerah bogor di lakukan uji coba pemeliharaan dengan menggunakan kolam tanah ukuran 100 meter persegi. Masa pemeliharaan lebih singkat yaitu selama 50 hari dengan tingkat padat tebar benih sebesar 100 ekor per meter persegi. Untuk Jumlah Pakan yang dihabiskan oleh lele mutiara selama masa pemeliharaan sebanyak 890 kg pakan. Sedangkan hasil panen diperoleh sebesar 890 kg lele mutiara. Hasil panen lele mutiara dengan proporsi panen sebesar 22 % ukuran undersize, sebanyak 75 % ukuran super dan terdapat 3 % dengan ukuran oversize

Sebagai pembanding lele dumbo dengan kondisi yang sama menghabiskan pakan sebesar 620 kg pakan dan hasil panen sebesar 700 kg lele dumbo. Dengan proporsi ukuran panen sebesar 30 % ukuran undersize, 62 % ukuran super dan terdapat 8 % ukuran oversize.

Webinar Budidaya Ikan Lele

Kelebihan dan Keunggulan Lele Mutiara setelah hasil uji

Dari  berbagai hasil uji coba di lapangan dengan sistem uji multilokasi dan multisistemik menunjukan kelebihan dan keunggulan lele mutiara dibandingkan dengan lele dumbo lokal yang sudah ada. Penggunaan benih lele mutiara diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sehingga pembudidaya dapat memperoleh keuntungan yang optimal.

Minat yang tinggi terhadap bibit lele mutiara secara tidak langsung menjadi ladang usaha baru yaitu sebagai penyedia bibit lele mutiara.

Nilai lebih / plus Lele Mutiara

Kami akan sajikan lebih detail tentang kelebihan dan keunggulan lele mutiara yaitu ;

  1. Lele mutiara memiliki laju pertumbuhan yang tinggi dibandingkan dengan varietas lele dumbo lainnya.
  2. Masa pemeliharaan lele mutiara lebih singkat yaitu masa pembesaran dari benih tebar dengan ukuran 5 – 7 cm ataupun 7 – 9 cm dengan padat tebar 100 ekor per meter persegi selama 40 – 50 hari pemeliharaan. Sedangkan bila pada tebar sebanyak 200 – 300 ekor per meter persegi lama pembesaran selama 60 – 80 hari.
  3. Lele mutiara memiliki tingkat keseragaman yang cukup tinggi. Pada tahap produksi benih ikan maka diperoleh hasil sebesar 80 – 90 % benih siap jual dan saat pemanenan pertama pada tahap pembesaran ikan tanpa melakukan sortir maka akan diperoleh nilai keseragaman sebanyak 70 – 80 %.
  4. Untuk tingkat rasio konversi pakan atau lebih dikenal dengan feed conversion ratio (FCR) relatif rendah dengan nilai 0,6 – 0,8 pada masa pendederan dan 0,8 – 1,0 pada  masa pembesaran ikan.
  5. Lele mutiara juga memiliki daya tahan penyakit yang relatif tinggi. Survival rate (SR) atau sintasan pada tahap pendederan benih berada di kisaran 60 – 70 % pada infeksi bakteri aeromonas hydrophila (tanpa perlakuan dan pemberian antibiotika)
  6. Kelebihan lain yaitu berupa toleransi terhadap lingkungan yang tinggi. Jenis lele mutiara dapat hidup di suhu 15 – 35 derajat celcius dengan toleransi tingkat PH sebesar 5 – 10, kadar amonia yang dapat ditoleransi <3 miligram per liter dan kadar nitrit sebesar <0,3 mili gram per liter dan juga kadar salinitas sebesar 0 – 10 %.
  7. Tingkat produktivitas relatif tinggi. Bila di lihat pada masa pembesaran lele mutiara 20 – 70 % lebih produktif dibandingkan dengan benih – benih lele lain.
  8. Selain itu proporsi daging lele mutiara lebih besar, sehingga konsumen menyukainya.
  9. TIngkat keuntungan yang diperoleh dari keseluruhan usaha budidaya lele lebih besar dari pada menggunakan benih lele lain, hal ini secara otomatis pembudidaya dapat memperoleh keuntungan yang lebih optimal.
Rekomendasi untuk Anda
Klik Disini
butuh bantuan?
Halo,
Selamat datang di Surya Kencana Farm, apakah ada yang bisa kami bantu hari ini?.