Ini Bahan-bahan Lokal Membuat Pakan Ikan Lele, Mudah Didapat, Murah dan Bergizi

Ini Bahan-bahan Lokal Membuat Pakan Ikan Lele, Mudah Didapat, Murah dan Bergizi

Pandemi Covid-19 berdampak pada penurunan produksi ikan lele di Pulau Semambu Dusun III, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel. Melihat hal ini tim dosen dari Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya yang diketuai oleh Yulisman MSi mengadakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian ini mengundang praktisi, perangkat desa, kelompok pembudidaya, mahasiswa serta masyarakat sekitar pada awal November lalu. Ketua Tim Pengabdian, Yulisman menjelaskan, bahwa pengabdian masyarakat tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang bekerjasama dengan Fakultas Pertanian dan Universitas Sriwijaya untuk turun tangan membantu masyarakat sekitar dalam memulihkan perekonomian di tengah pandemi.

“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat berupa pelayanan kepada masyarakat, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan bidang keahliannya, peningkatan kapasitas masyarakat atau pemberdayaan masyarakat,” katanya. Pengabdian kepada masyarakat ini mengatasi permasalahan yang terdapat di kelompok pembudidaya Pulau Semambu yaitu penurunan produksi ikan hasil budidaya di masa pandemi karena terkendala biaya operasional yang harus dikeluarkan untuk membeli pakan ikan komersil yang harganya kian hari makin melambung tinggi. Selain itu gairah masyarakat untuk memulai berwirausaha kembali juga menurun. “Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu peningkatan perekonomian masyarakat dan produksi ikan adalah dengan membuat pakan ikan berbahan baku lokal,” jelasnya,. “Hal ini dalam upaya menciptakan pakan mandiri di kalangan pembudidaya Pulau Semambu, sehingga nantinya para pembudidaya tidak terkendala lagi oleh harga pakan komersial yang akan dibeli,” katanya.

Pelatihan Budidaya Ikan lele

Teknik pembuatan pakan ikan lele ini berprinsip pada bahan yang sederhana dengan memanfaatkan sumber-sumber bahan baku relatif murah dan mudah didapat. Akan tetapi bahan baku yang digunakan harus memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan oleh ikan. Bahan baku pakan ikan yang bisa digunakan antara lain yaitu ampas tahu, tepung ikan rucah, bungkil kedelai, biji kopi, bonggol nanas, daun ubi dan dedak tergantung dari kelimpahan bahan di setiap daerah. Pakan mandiri yang akan dibuat harus memiliki keseimbangan protein, lemak, dan serat untuk kebutuhan ikan tertentu akan memacu pertumbuhan ikan yang cepat besar.

Akan tetapi bila nutrisi yang dibutuhkan ikan kurang maka pertumbuhan ikan akan lambat berakibat pada biaya dan waktu panen yang cukup lama. Untuk bahan lokal yang digunakan di kegiatan ini adalah ampas tahu yang banyak terdapat di Indralaya, Ogan Ilir. Bahan lokal ini memiliki kandungan protein 21,23 – 26,60 %, karbohidrat 19,00 – 41,3 %, lemak 16,22 – 18,3 %, serat kasar 29,59%, kadar abu 5,45%, dan kadar air 9,84%. Ampas tahu ini merupakan bahan sumber protein nabati yang berfungsi menyuplai kandungan protein nabati pada pakan ikan. Ampas tahu digunakan sebagai bahan alternatif karena selain merupakan penyebab limbah di perairan maupun di darat juga masih memiliki kandungan nutrisi pakan yang berguna untuk pembesaran ikan. Solusi lainnya untuk permasalahan masyarakat yaitu minimnya pengetahuan pembudidaya ikan mengenai manajemen pemberian pakan yaitu dengan memberikan informasi tentang kebutuhan pakan ikan meliputi feeding time, feeding rate, dan feeding frekuensi. Menurut Kodrat Puja Kesuma STP selaku praktisi atau ketua kelompok pembudidaya. Kendala yang dihadapi pembudidaya ikan saat ini sudah mulai terlihat titik terangnya dengan adanya kegiatan pengabdian oleh dosen-dosen Unsri,” ujarnya. “Kami berterima kasih kepada bapak yulisman dan tim yang sudah meluangkan waktu, tenaga serta ilmunya untuk dibagikan kepada masyarakat desa ini,” ujar Kodrat.

Selain itu, ia khususnya dan masyarakat sangat berharap kerjasama antara program studi budidaya perairan FP Unsri dengan masyarakat desa pulau Semambu (kelompok pembudidaya ikan) terus berlanjut dan dibina/ didampingi sampai ada hasil/ panen sehingga nantinya kami bisa secara mandiri memproduksi ikan secara berkelanjutan. Usai kegiatan pengabdian berupa penyuluhan nantinya tim pengabdian ini akan ada kegiatan lanjutan yaitu berupa pendampingan mulai dari persiapkan kolam, benih ikan, pembuatan pakan, dan dilanjutkan sampai produksi atau panen dalam jangka waktu 4-5 bulan. “Sehingga diharapkan dengan rangkaian-rangkaian kegiatan tersebut masyarakat desa pulau Semambu khususnya kelompok pembudidaya ikan dapat secara mandiri memproduksi pakan ikan,” tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Klik Disini
butuh bantuan?
Halo,
Selamat datang di Surya Kencana Farm, apakah ada yang bisa kami bantu hari ini?.