Budidaya Ikan Kolam Terpal di Paser Semakin Berkembang

Budidaya Ikan Kolam Terpal di Paser Semakin Berkembang

Sejak 2016 hingga sekarang, metode budidaya ikan melalui kolam terpal semakin diminati di Paser. Pasalnya persentase keberhasilan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) cukup tinggi selama ini. Di atas 90 persen. Hanya dengan bermodalkan terpal berukuran 3 x 4 meter, dan sebidang tanah. Sudah bisa membangun kolam ikan. Tanpa harus memiliki lahan kolam yang luas. Kepala Dinas Perikanan Paser Sadaruddin didampingi Kabid Perikanan Budidaya Winardi mengungkapkan, untuk di Paser mayoritas jenis ikan tawar yaitu Lele dan Nila yang digemari oleh Pokdakan dalam pengembangan kolam terpal. Jika kolam tanah, kendalanya cukup banyak. Semisal saluran sirkulasi air, kendala banjir yang sulit diprediksi, dan ikan sering lari atau masuk ke tanah.

“Sementara kolam terpal tidak sesulit itu, ujar Sadaruddin, Jumat (2/10). Apalagi jenis ikan Lele dan Nila yang dijadikan budidaya kolam terpal ini marketnya cukup besar di Paser. Sudah banyak pengepulnya dan harga cukup stabil. Sehingga mulai banyak Pokdakan yang mencoba usaha di bidang ini.

Webinar Budidaya Ikan Lele

Untuk 2020 ini, Winardi mengatakan ada 14 Pokdakan yang mendapatkan bantuan pengembangan kolam terpal di APBD 2020. Dari harusnya 29 kelompok, dipotong anggarannya karena Covid-19. Ada juga tambahan buat 3 Pokdakan dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dan ada satu pondok pesantren yang mendapatkan bantuan langsung dari dana aspirasi anggota DPR RI asal dapil Kaltim Budi Satrio Djiwandono. 1 Pokdakan biasanya ada 10 orang pembudidaya. Bantuan dari pemerintah ini biasanya berupa terpal, bibit dan pakan. Dari bantuan itu, Pokdakan diharapkan bisa memutar usahanya agar terus berkembang.

Rekomendasi untuk Anda
Klik Disini
butuh bantuan?
Halo,
Selamat datang di Surya Kencana Farm, apakah ada yang bisa kami bantu hari ini?.