Seluk Beluk Bisnis Budidaya Ikan Lele

Seluk Beluk Bisnis Budidaya Ikan Lele

Ikan lele menjadi salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer di kalangan masyarakat. Bagaimana tidak, selain olahan rasa menunya yang lezat, ikan lele juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Budidaya ikan lele telah lama dipraktekkan karena kemudahan sekaligus keuntungannya yang menggiurkan. Dikutip dari Buku ‘Kiat Sukses Budi Daya Ikan Lele’ karya Endah Nur Fatimah dan Madasari, ada beberapa hal yang harus disiapkan sebelum memulai usaha ini.

Dibandingkan jenis ikan air tawar lainnya, seperti patin, gurami, nila dan lain sebagainya, masa pemeliharaan lele jauh lebih tingkat. Dalam sekali panen, pemeliharaan ikan lele hanya memerlukan waktu sekitar 2-3 bulan, tergantung pada kepadatan penebaran benih dan ukuran konsumsi. Kepadatan penebaran benih dalam budidaya air tawar terdiri dari dua jenis, yakni penebaran padat dan penebaran rendah. Untuk penebaran padat pada budidaya lele, populasi benih yang ditebar berkisar 200-350 ekor/m3. Dengan sistem ini, diperlukan waktu 3 bulan sampai lele mencapai ukuran konsumsi. Sedangkan , populasi benih pada penebaran rendah berkisar antara 150-200/m3, dengan waktu 2 bulan sampai lele mencapai ukuran konsumsi.

Webinar Budidaya Ikan Lele

Benih lele relatif mudah di dapatkan, di tengah maraknya usaha budidaya ikan lele. Hampir di seluruh Indonesia terdapat usaha pembibitan ikan lele. Dari segi harga juga sangat terjangkau, berkisar RP 150-300,00/ekor. Harga tersebut bergantung pada ukuran benih dan kualitas. Semakin besar ukuran benih biasanya semakin mahal harganya. Permintaan Pasar yang tinggi, tidak di imbangi angka produksinya. Permintaan pasar terhadap ikan lele, setiap tahunnya meningkat. Baik untuk permintaan lele segar, usaha olahan, maupun untuk usaha pemancingan ikan. Dengan permintaan pasar yang tinggi tersebut, tak pelak membuat harga yang ditawarkan juga cukup tinggi. Bayangkan harga ikan lele berkisar Rp 12.500,00 hingga Rp 14.000,00 tiap kilogramnya dari tangan petani lele.

Seiring berkembangnya usaha budidaya lele, permintaan pasar pun meningkat hingga berkali lipat. Permintaan tersebut bahkan bisa mencapai 2-4 ton per hari. Hingga terkadang petani kewalahan menghadapi tingginya permintaan ikan lele harian. Saat ini, bisa dibilang minimnya jumlah petani atau pengepul ikan lele di Indonesia, menjadi faktor kurangnya produksi ikan lele. Kondisi demikian bisa menjadi peluang bagi pembaca yang ingin membuka usaha budidaya ikan lele.

Rekomendasi untuk Anda
Klik Disini
butuh bantuan?
Halo,
Selamat datang di Surya Kencana Farm, apakah ada yang bisa kami bantu hari ini?.