Cara Membuat Kolam Lele Dari Terpal Simpel Dan Lengkap

Hallo sobat semuanya, pada kesempatan kali ini suryakencanafarm.com akan membahas mengenai Cara Membuat Kolam Lele Dari Terpal Simpel Dan Lengkap, semoga artikel ini membantu anda untuk menambah wawasan tentang budidaya ikan lele.

Cara Membuat Kolam Lele Dari Terpal

Memilih kolam terpal untuk kolam lele adalah pilihan yang sangat baik. Biayanya murah, membuatnya simpel, bisa cepat balik modal dan cepat mendapatkan untung.

Ini bisa menjadi solusi untuk anda yang menginginkan budidaya ikan lele dengan modal sedikit, bahkan lahan sempit.

Jenis Kolam Terpal

Sebelum masuk lebih jauh, saya ingin meceritakan ada 2 jenis kolam terpal yang biasa dipakai.

  1. Kolam terpal kotak. Ini adalah kolam terpal biasa yang sering dipakai, biasanya tidak memerlukan aliran listrik.
    Kelebihannya : membuatnya gampang, biayanya murah dan biaya operasional murah karena tidak perlu aliran listrik
    Kekurangan : Membutuhkan area yang lebih luas daripada kolam bulat
  2.  Kolam bulat atau Bioflok. Kolam ini berbentuk bulat.
    Kelebihan : Lebih hemat tempat dan kolam bisa dibuat tinggi. Daya tebar ikan lele lebih banyak karena ada bantuan aerator untuk masalah oksigen. Lebih hemat pakan
    Kekurangan : Biayanya instalasi (pemasangan pertama) lebih mahal daripada kolam kotak. Ada kebutuhan listrik untuk menambah kadar oksigen.

Di artikel ini kita akan membuat kolam terpal berbetuk kotak.

Cara Membuat Kolam Lele Dari Terpal

Pada kesempatan kali ini, Anda  akan belajar tentang cara pembuatan kolam terpal di atas permukaan tanah. Jadi, Tidak perlu melakukan penggalian. Dasar kolam langsung di atas tanah dengan kerangka berukuran 2 x 4 meter.

1. Menyiapkan Bahan

Untuk dapat membuat kolam ini, Anda membutuhkan bahan bahan berikut :

  • Terpal untuk kolam lele ukuran 2×4 meter (sudah jadi) atau terpal biasa yang ukurannya 4 x 6 meter. Terpal untuk ikan lele bisa dibeli di toko peternakan atau di toko online sudah banyak yang menyediakan. Kelebihan membeli terpal jadi adalah terpal sudah berbentuk kotak dan sudah ada lobang airnya. Anda tinggal pakai.
  • Bambu yang dipakai kurang lebih berjumlah 10 biji. Panjang rata-rata sekitar 7 meter.
  • Paku kayu secukupnya
  • Pipa untuk saringan, biasanya berukuran 1,5 inchi atau 2 inchi

2. Membuat kerangka

Mulailah dengan membuat kerangka kolam. Anda harus memotong bambu yang masing-masing berukuran 2 dan 4 meter. Potonglah bambu sebanyak yang Anda perlukan, menyesuaikan kerapatan antar bilah. Susunlah seperti halnya menyusun pagar.

Kekuatan kontruksi kerangka tergantung dari tingkat kerapatan pagar. Semakin rapat, semakin bagus. Kemudian, rautlah bambu sehalus mungkin agar tidak menyebabkan kebocoran pada terpal.

Utamakan pagar bambu yang paling rapat diletakan di posisi bawah, sedangkan pagar bambu yang sudah halus di bagian atas. Buatlah pagar menjadi dua buah ukuran, yaitu 1 x 4 meter dan 1 x 2 meter.

Nah, kalau sudah selesai, buatlah patok atau pasak dari bambu yang dipotong menjadi dua bagian (jangan dibelah, biarkan utuh). Kemudian pasanglah pagar bambu dengan cara mengikatkan atau memakunya pada patok. Perbanyaklah patok di kolam agar kerangkanya makin kuat.

3. Membuat Saluran Pipa

Jika anda membeli terpal yang siap pakai, langkah ini tidak perlu. Tetapi bila anda membeli terpal biasa, maka langkah ini perlu.

Saluran ini berfungsi sebagai sarana penggantian air, pembersihan kolam dan pemanenan ikan. Caranya, Buatlah lubang pipa yang cukup besar agar pengurangan air di kolam dapat keluar dengan cepat. Selain itu, dengan adanya pipa saluran pembuangan, Anda dapat mengatur tingkat ketinggian air kolam.

  • Untuk membuat saluran pipa pembuangan, sediakan bahan-bahan berupa klem selang, pipa paralon ukuran 2 inch, pipa sambungan siku, ban dalam bekas yang kondisinya masih bagus, gunting, obeng minus, tali dan lem.
  • Pertama, Anda harus menandai bagian mana yang akan Anda jadikan saluran pipa pembuangan. Lalu masukan salah satu ujung pipa sambungan siku ke dalam terpal yang Anda tandai. Ujung yang satunya harus berada di bawah terpal dan menghadap ke pipa saluran pembuangan.
  • Selanjutnya, satukan terpal dan pipa sambungan siku menggunakan ban bekas yang telah digunting menyerupi silinder yang panjangnya kurang lebih 2 cm. Kemudian, pasanglah klem agar ikatan tadi semakin kuat. Putar bagian screw-nya agar klem makin kencang.
  • Jika terpal dan pipa sambungan siku sudah menyatu, bukalah terpal yang ditandai sampai berlubang. Supaya potongannya rapi dan tidak berantakan, sebaiknya gunakan pisau silet. Kalau perlu rekatkan pipa, ban karet dan klem dengan lem agar semakin kuat.
  • Klem selang sebenarnya dapat dipasang di bagian dalam sehingga tampak lebih rapi. Tapi, kelemahannya, Anda tidak bisa melakukan pengaturan pada klem karena berada di bawah terpal.
  • Lokasi pipa pembuangan yang akan disambungkan ke pipa sambungan siku letaknya dibuat lebih rendah dari tanah di sekelilingnya. Tujuannya supaya air dapat mengalir dengan lancar.
  • Jika pipa sambungan siku sudah tersambung erat dengan terpal dan lubang terpal sudah sempurna, sekarang sambungkan dengan pipa pembuangan.

4. Kolam Terpal anda sudah jadi

Biasanya, selama dua sampai tiga bulan lebih, kolam terpal di atas permukaan tanah ini tidak mengalami kebocoran, baik pada terpal maupun pipa saluran pembuangan. Rembesan di area ikatan klem dan ban bekas pun tidak terjadi.

Kondisi semacam itu dapat dipertahankan selama belum terjadi hujan deras. Pengisian air yang hampir 3/4 bagian kolam sama sekali tidak merusak kerangka.

5. Pemupukan Kolam

Pemupukan kandang ini untuk mengundang plankton sebagai sumber makanan gratis. Bagi yang belum pernah budidaya ikan lele pasti ini dianggap aneh.

Caranya seperti berikut :

  • isi air dengan ketinggian 20-30 cm
  • Masukkan pupuk kandang ke karung lalu ikat dengan tali
  • Masukkan karung berisi pupuk tadi  ke kolam, Ikat tali dengan bagian pinggir kolam agar gampang mengambilnya
  • Tunggu 1 minggu agar air berubah menjadi hijau
  • dibutuhkan 1,5 – 3 kg untuk 1m3 air kolam

Nah sambil menunggu 1 minggu, siapkan bibit ikan lele.

Cara Budidaya Ikan lele di Kolam Terpal Kotak Persegi

Anda sudah punya kolam terpal. Sekarang mari kita membudidayakan ikan lele. Kita mulai dari memilih Jenis ikan lele

1. Memilih Jenis Ikan Lele

Memilih jenis ikan lele sangat penting. Saya beri gambaran : ukuran lele dumbo yang dipelihara selama 2 bulan sama dengan lele lokal umur 1 tahun.

Memilih jenis yang tepat bisa menghemat pakan, waktu, dan tenaga.

Setidaknya ada 3 jenis lele yang umum dibudidayakan, silahkan pilih yang mudah anda dapat, yaitu :

  • Sangkuriang
  • Mutiara
  • Dumbo

Meski demikian di beberapa lokasi ada lele khusus yang sangat cocok. Misalnya di daerah dingin seperti pandeglang banten, yang sangat cocok adalah lele pyton. Di Lombok NTB, lele yang bagus adalah jenis mandalika.

Saya sangat menyarankan anda untuk pergi ke beberapa pengusaha ternak lele dan melihat lele apa yang bagus di daerah anda.

2. Memilih Bibit yang Bagus

Setelah menentukan jenis ikan lele, selanjutnya anda harus membeli bibit.

Ada beberapa ciri bibit lele yang bagus dan bisa diperhatikan dengan kasat mata, yaitu :

  1. Bibit Berasal Dari Budidaya Benih Ikan Lele
  2. Gerakannya Lincah
  3. Fisik Harus Sempurna
  4. Ukuran Bibit Harus Seragam
  5. Bibit Dalam Kondisi Sehat

Ukuran bibit harus seragam. Jika ada yang terlalu besar maka akan menjadi predator bagi ikan kecil lainnya. Apabila ada yang terlalu kecil maka dia akan menjadi santapan teman temannya,

Ketika menemukan bibit lele yang pencilan aneh (terlalu besar atau terlalu kecil) sebaiknya langsung dipisahkan.

3. Menebar benih lele

Kuncinya adalah jangan masukkan benih secara langsung ke kolam, nanti bisa stres dan banyak yang mati.

Masukkan benih yang masih didalam kantong plastik ke dalam air kolam agar bibit beradaptasi dengan air kolam baru. Setelah beberapa menit buka plastik dan biarkan bibit lele keluar sendiri.

4. Memberi pakan

Memelihara ikan lele tidak semudah kata motivator, anda harus sabar dan teliti. Terutama masalah pakan

Telat memberi paka lele bisa mengundang sifat kanibal pada ikan ini.

Pakan lele harus diberikan ketika habis, bisa 4 -5 kali sehari. Paling bagus diberikan malam karena hewan lele suka beraktivitas malam hari (nokturnal).

Pakan utama ikan lele adalah pelet. Ini makanan paling baik. Sekarang sudah ada banyak sekali alternatif pengganti pelet agar anda bisa berhemat sehingga keuntungan berlipat.

5. Panen

Lele yang ibudidayakan di Kolam terpal kotak biasanya bisa dipanen umur 75 – 90 hari. Gunakan bahan penangkap dan wadah ikan lele yang licin agar tubuh lele tidak rusak.

Kuras air kolam saat akan panen agar anda mudah memanennya. Lele siap panen umumnya mempunyai berat 1 kg / 7 – 8 ekor.

Masalah yang sering terjadi pada kolam terpal Ikan Lele

1. Ada sedikit lengkungan cembung karena tekanan air,

Hal tersebut dapat diatasi.
Caranya, dengan meletakan tali kawat (memasang) diantara dua bambu yang berada di kiri tengah dan kanan tengah terpal. Lakukan pengontrolan secara intensif untuk menghindari terjadinya kebocoran.

2. Kolam Rusak karena bambu yang digunakan lapuk atau dimakan rayap.

Solusinya, Anda bisa mengecat bambu dengan menggunakan pernis atau diselimuti plastik.

3. kesalahan saat pengambilan titik ikatan di dinding terpal.

Jika kawat yang mengikat menembus dinding terpal, maka berpotensi merobek terpal lebih lebar lagi. Oleh karena itu, berhati-hatilah ketika memasang ikatan.

4. Bagaimana Volume air yang baik?

Volume air harus seimbang dengan kerangka penyangga. Jangan sampai kerangka jebol karena air di dalam kolam terlalu banyak atau penuh. Untuk bisa mengukur seberapa banyak volume air yang masuk, dasar kolam harus rata.

5.  Bagaimana perawatan terpal setelah panen?

Kalau tidak diisi air sebaiknya disimpan atau ditutup agar tidak terkena matahari langsung, hati hati jangan sampai sobek.

Apakah Anda tertarik untuk mengetahui  tentang budidaya ikan lele lebih jauh lagi?
klik disini untuk informasi lebih lanjut

Rekomendasi untuk Anda
Klik Disini
butuh bantuan?
Halo,
Selamat datang di Surya Kencana Farm, apakah ada yang bisa kami bantu hari ini?.